Bernas.id – Bagi organisasi, proses penilaian kinerja karyawan sangatlah penting, sebab sangat bermanfaat dalam peningkatan produktivitas karyawan dan hasil kerja mereka.
Dalam penilaian kerja biasanya merupakan proses yang cukup lama atau tahunan, di mana produktivitas dan kinerja seorang karyawan dievaluasi dengan sekian ketentuan standar yang disetujui.
Namun, penilaian kinerja sangat jarang dimanfaatkan dengan tepat, sebab metode penilaian kinerja yang ada belum berhasil untuk menginternalisasi hasil kerja para karyawan. Akibatnya bisa fatal yaitu karyawan mengundurkan diri tanpa sebab yang jelas.
Oleh karena itulah, manajer SDM perlu mengubah proses yang ada dan harus menerapkan salah satu metode penilaian kerja agar tidak lebih dari kata-kata kosong. Berikut ini adalah lima metode penilaian kerja yang dapat Anda jadikan referensi.
1. Management by Objectives (MBO)

Metode ini dikenal sebagai metode yang dilakukan berdasarkan tujuannya. Dalam metode ini, penilaian dijalankan oleh manajer dan karyawan secara bersama-sama. Saling merencanakan, mengidentifikasi, mengorganisasikan, dan juga mengomunikasikan fokus tujuan pada periode penilaian tertentu.
Apabila tujuan yang jelas sudah ditetapkan, secara berkala manajer dan karyawan akan membahas kemajuan untuk mengendalikan dan menyepakati tujuan bersama-sama.
Baca juga: Saat Pandemi Berakhir, Akan Seperti Apa Karyawan Bekerja?
Metode penilaian kinerja ini dipakai untuk menyelaraskan tujuan organisasi dan karyawan secara menyeluruh dengan efektif sambil memvalidasi tujuan dengan memanfaatkan metode pintar.
Hal ini bertujuan untuk menakar apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat terukur, spesifik, realistis, dan mampu dicapai. Selanjutnya, pada akhir periode peninjauan baik itu triwulan, setengah tahunan, maupun tahunan, kinerja karyawan dinilai berdasarkan hasil.
Setelah itu kesuksesan tersebut akan diberi penghargaan dengan promosi dan juga kenaikan gaji, sebaliknya, kegagalan akan ditangani dengan pelatihan selanjutnya. Proses tersebut pada umumnya lebih menekankan tujuan yang realistis dan juga aspek yang bersifat abstrak seperti komitmen karyawan, keterampilan interpersonal, dan sebagainya.
2. Penilaian 360 Derajat
Penilaian 360 derajat merupakan metode penilaian kerja secara multidimensi. Metode ini mengevaluasi karyawan dengan memanfaatkan umpan balik yang dihimpun dari lingkaran pengaruh karyawan, di antaranya rekan kerja, pelanggan, manajer, dan laporan langsung. Selain akan menghilangkan bias dalam ulasan kinerja, metode tersebut juga menawarkan pemahaman yang jelas mengenai kompetensi individu.

3. Ulasan Pelanggan atau Klien
Komponen klien dari fase ini bisa meliputi pelanggan internal, misalnya pengguna produk dalam organisasi atau pelanggan eksternal yang bukan bagian dari sebuah perusahaan, namun menjalin interaksi dengan karyawan secara konsisten.
Ulasan dari pelanggan tentu dapat memberi output karyawan dengan lebih baik, tetapi pengguna eksternal kerap tidak memperhatikan dampak proses maupun kebijakan terhadap output karyawan.

Baca juga: Tak Ingin Jadi Karyawan? 5 Jurusan Kuliah Berikut Bisa Mengantarkanmu Menjadi Entrepreneur!
4. Ulasan Rekan Kerja

Perusahaan juga memungkinkan untuk menjalankan metode ini. Rekan kerja akan mendapatkan kesempatan dalam memberikan pandangan yang unik mengenai kinerja karyawan lain, dengan demikian akan didapatkan sebuah penilaian yang sangat relevan. Ulasan tersebut akan membantu penentuan kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja yang baik dengan tim, pengambilan inisiatif yang efektif, dan menjadi kontributor yang dapat diharapkan. Sisi negatifnya, tingkat pertemanan ataupun persaingan tentu akan memengaruhi hasil akhir yang berisiko kurang objektif.
5. Penilaian Kerja Berdasarkan Hierarki

Metode ini adalah umpan balik 360 derajat dan menjadi langkah yang baik dan signifikan. Biasanya, pemberi umpan balik lebih cenderung mempunyai perspektif atau sudut pandang manajerial. Namun, tentunya memiliki risiko hasil yang kurang objektif pula, karena adanya rasa takut atau keengganan kepada orang lain yang posisinya lebih tinggi.
Itulah sekian metode sederhana yang dapat Anda jadikan referensi dalam melakukan penilaian kinerja karyawan. Anda dapat memilih salah satu dari kelima metode ini. Semoga berhasil!
