Bernas.id – Saat bergelut di dunia bisnis, pasti akan sering mendengar istilah pendanaan jangka pendek. Pasalnya, langkah ini kerap diambil oleh perusahaan saat mereka sedang terhimpit masalah keuangan unuk membiayai kebutuhan operasional mereka sehari-hari.
Namun, apa sebenarnya pendanaan jangka pendek ini? Apakah pendanaan semacam ini memang solusi terbaik untuk bisnis kita? Apakah pendanaan ini terdiri dari berbagai jenis yang berbeda?
Untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, pastikan kamu tetap membaca artikel ini sampai habis, ya!
A. Pengertian Pendanaan Jangka Pendek
Pendanaan atau pembiayaan jangka pendek ini merupakan salah satu upaya penggalangan dana, biasanya berupa pinjaman kepada pihak ketiga, untuk menjalankan suatu usaha. Alasan mengapa disebut jangka pendek adalah karena jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan dana tersebut cukup pendek, yaitu sektar satu tahun saja.
Biasanya, pendanaan semacam ini dilakukan apabila perusahaan tidak memiliki cukup banyak laba untuk menutupi biaya operasional atau adanya kebutuhan tertentu yang perlu mereka penuhi dalam waktu satu tahun. Bisa juga, hal tersebut dikarenakan sumber pendanaan tersebut cukup mudah dan terjangkau sehingga dapat mereka lunasi dalam waktu singkat.
B. Jenis Pendanaan Jangka Pendek
Secara prakteknya, proses penggalangan dana ini dikelompokkan ke dalam dua kategori yang berbeda, yaitu spontan dan tidak spontan.
1. Pendanaan Spontan
Pencarian sumber daya secara spontan ini dilakukan karena adanya perubahan di perusahaan. Misalnya saja, pemilik usaha baru saja melakukan transaksi besar namun tidak memiliki cukup uang untuk membeli bahan baku yang saat itu terbilang mahal, misalnya saja karena kenaikan harga di hari raya.
Contoh lainnya adalah ketika suatu badan usaha memiliki utang pajak dan harus membayarnya dalam waktu dekat. Keadaan-keadaan tersebut mengharuskan pemilik usaha untuk mencari sumber daya tambahan dalam jangka waktu pendek.

2. Pendanaan Tidak Spontan
Proses pencarian sumber dana satu ini tidak terpengaruh oleh perubahan atau aktivitas di perusahaan. Misalnya saja, pemilik usaha berencana untuk mengajikan Kredit Tanpa Agunan guna memenuhi kebutuhan mereka selama beberapa bulan ke depan, meski tidak ada transaksi atau utang yang perlu dilunasi.
Baca juga: Simulasi Pinjaman Uang di Bank Agar Tidak Menyesal di Akhir
C. Keuntungan dan Kekurangan Pendanaan Jangka Pendek
Sumber dana semacam ini, bagaimanapun juga, pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
1. Kelebihan
Banyak pemilik usaha memilih meminjam dana dengan tenggat waktu pengembalian yang pendek karena alasan-alasan menguntungkan berikut:
a. Bunga Rendah
Salah satu alasan mengapa pemilik usaha bersedia mengambil pinjaman tersebut adalah karna bunga pinjamannya yang tergolong rendah. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena cicilan yang kamu bayarkan dalam jangka waktu pendek tersebut cukup ringan.
b. Pencairan Dana Cepat
Semakin pendek tenggat waktunya, biasanya semakin cepat pula proses pencairan dananya. Hal tersebut karena prosesnya yang lebih mudah dan tidak seribet pinjaman jangka panjang lainnya.
c. Persyaratan Mudah
Selain cepat, pinjaman semacam ini juga tidak menuntut banyak persyaratan dokumen yang sulit dipenuhi. Alasannya, semakin pendek angsurannya, semakin rendah pula risikonya.
Baca juga: Motivasi Keuangan Seperti Apa yang Dibutuhkan Pemilik Usaha, Ini Jawabannya

2. Kekurangan
Meskipun cukup menguntungkan, pinjaman semacam ini juga memiliki kekurangan sebagaimana berikut ini:
a. Jumlah Pinjaman Terbatas
Dengan tenggat waktu sependek itu, tentu saja kamu tidak dapat meminjam uang dalam jumlah besar. Ada batas pinjaman yang harus diikuti, berdasarkan pada kebijakan penyedia pinjaman.
b. Cicilan Besar
Karena waktu yang kamu miliki untuk melunasi pinjaman tersebut cukup pendek, akhirnya jumlah uang yang harus kamu kembalikan tiap bulannya pun cukup besar.
c. Tidak Dapat Dijadikan Modal
Jumlah pinjamannya yang terbatas pun akhirnya tidak memungkinkan untuk dapat kamu gunakan sebagai modal usaha atau mengembangkannya. Terlebih lagi, semakin besar pinjamanmu, semakin besar juga cicilanmu per bulannya sehingga tidak cocok dilakukan saat baru tahap awal merintis bisnis.
d. Biaya Administrasi
Meskipun proses pengurusannya mudah, nyatanya kamu harus menggelontorkan cukup banyak uang untuk biaya administrasinya saja. Besarannya pun tidak main-main, bisa mencapai 3% hingga 7% dari jumlah pinjaman.
Terkadang, ada juga yang membebankan biaya administrasi harian, bulanan, dan tahunan sehingga jumlah bunga pinjaman dan biaya administrasinya hampir sama banyaknya.

e. Denda
Tidak hanya harus menanggung biaya administrasi, denda keterlambatan pembayaran pun cukup besar. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya jaminan apa pun dalam pinjaman tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, denda keterlambatannya bisa mencapai Rp 150.000 per bulan sehingga cukup merugikan kamu sebagai debitur.
Nah, itu dia ulasan singkat mengenai pendanaan jangka pendek, berikut jenis, kelebihan, serta kekurangannya. Meskipun terlihat menggiurkan di awal, namun pinjaman semacam ini cukup mencekik, ya? Oleh karena itu, kamu perlu memikirkan matang-matang sebelum mengambil pinjaman dan siap dengan semua risiko yang menanti di depannya.
