Bernas.id – Sebagai seorang pebisnis, Anda juga harus mengetahui cara menghitung net present value (NPV). Dengan demikian, Anda tidak perlu selalu bergantung pada akuntan. Wawasan Anda pun dapat bertambah dan dapat diterapkan dalam bisnis.
Tapi, apa sih sebenarnya NPV dan bagaimana perhitungannya? Simak lebih lanjut di bawah ini, ya!

A. Mengenal NPV
Sebelum mempelajari cara menghitung net present value, tentu saja Anda perlu mempelajari pengertian NPV terlebih dahulu. Istilah ini biasa digunakan saat membahas arus kas atau untung rugi suatu bisnis.
Pada dasarnya, NPV merupakan suatu rumus atau metode perhitungan untuk menentukan nilai aset berdasarkan investasi dengan jumlah diskon dari semua arus kas.
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada waktu tertentu.
NPV berguna untuk menganalisis untung dan rugi bisnis atau proyek yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu, NPV bisa juga disebut sebagai perkiraan profit di masa depan jika nilai uang saat ini digunakan untuk menanam modal.
Mengapa bisa digunakan untuk memperkirakan keuntungan? Hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan untuk menghitung nilai aset menggunakan harga pembelian awal dan juga nilai waktu uang.
Baca juga: Cara Menghitung Net Present Value, Memperkirakan Keuntungan Suatu Usaha di Masa Depan
B. Rumus NPV
Cara menghitung net present value ini cukup rumit. Pasalnya, Anda perlu menambahkan semua arus kas yang mungkin didapatkan dari investasi masa depan, mendiskonnya dengan tingkat diskonto, dan menguranginya dengan investasi awal.
Dengan demikian, didapatlah rumus NPV sebagaimana berikut:
NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+e)2) + (C3/(1+r)3) + …. + (Ct/1+r)t) – C0

Anda pasti bingung dengan istilah-istilah yang disebutkan dalam rumus di atas. Sebagai informasi, Ct merupakan arus kas per tahun pada periode t, sementara C0 adalah nilai investasi awal pada tahun ke-0. Selain itu, r pada rumus di atas digunakan untuk menyebut suku bunga. Tentu saja, semua perhitungan di atas menggunakan rupiah.
Apabila nilai NPV yang didapatkan itu lebih tinggi dari 0, maka artinya proyek atau bisnis tersebut layak untuk dijalankan. Pasalnya, proyek tersebut berpotensi mendatangkan keuntungan bagi perusahaan apabila dijalankan.
Sebaliknya, apabila hasil perhitungan hasilnya kurang dari 0, maka akan lebih baik proyek tersebut dibatalkan karena bisa jadi mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Tentu saja hal tersebut bukanlah hal yang Anda inginkan, bukan? Bagaimanapun juga, tujuan utama dari suatu proyek pasti untuk mendapatkan keuntungan.

Lalu bagaimana bila nilanya sama dengan 0? Kemungkinan besar investasi tersebut tidak akan mendatangkan kerugian atau keuntungan apa pun. Oleh karenanya, perusahaan perlu mendiskusikan keberlanjutan proyek tersebut matang-matang dan mencari kemungkinan adanya keuntungan lain yang bisa didapatkan dari proyek investasi tersebut.
Itulah ulasan singkat mengenai cara menghitung net present value. Perhitungan ini penting untuk Anda kuasai agar Anda dapat membuat prediksi dengan tepat sebelum mengeksekusi suatu proyek. Semoga bermanfaat untuk Anda.
Baca juga: Yakin Berinvestasi dengan Tahu Cara Menghitung Price To Book Value
