Bernas.id – Mengetahui cara menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah salah satu elemen penting dalam sebuah bisnis atau perusahaan. HPP, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Cost of Goods Sold, merupakan istilah untuk melihat jumlah biaya pengeluaran langsung dalam sebuah perusahaan.
HPP dihitung dari barang atau jasa yang diproduksi, serta yang dijual dalam sebuah perusahaan atau bisnis. Pada umumnya, penghitungan HPP diambil dalam periode satu bulan atau tahunan. Rincian total HPP dihitung dari harga bahan baku, bayaran tenaga kerja, hingga biaya overhead.
Baca juga: Mau Kuliah Jadi Pengusaha Sukses? Ini Kata Pengusaha tentang Jurusan Kewirausahaan UNMAHA
Penghitungan HPP wajib dilakukan dalam sebuah bisnis. Dengan mengetahui total anggaran yang dikeluarkan, anda jadi tahu biaya pembuatan produk atau jasa yang laku pada periode tertentu. Setelah melihat keseluruhan HPP tersebut, kita juga bisa lebih cermat dalam mematok harga jual yang tepat. Keuntungan yang didapatkan pun menjadi jelas.
Lalu bagaimanakah cara menghitung HPP? Berikut rumus HPP yang perlu anda pelajari agar bisnis semakin maju dan mendapat profit banyak.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan
Untuk mencari tahu HPP, ada rumusnya sendiri. Cara menghitungnya, yakni dengan menambahkan pembelian bersih ke persediaan awal dalam satu periode. Lalu hasil penjumlahan tersebut dikurangi dengan persediaan akhir. HPP = pembelian bersih + persediaan awal – persediaan akhir.
Baca juga: 7 Rahasia Meningkatkan Omzet Penjualan di Marketplace
Pembelian Bersih
Pembelian bersih merupakan total pengeluaran yang digunakan untuk mebeli barang dagang dalam sebuah bisnis. Entah itu secara tunai maupun BCA. Tidak lupa juga dengan menghitung ongkos angkut,.
Selanjutnya pembeilan dikurangi dengan retur pembelian dan potongan pembelian. Dari hitungan tersebut akan diperoleh nilai pembelian bersih dalam periode tertentu.
Persediaan Awal
Persediaan awal adalah nilai yang tersedia pada awal periode bisnis, yakni awal bulan atau awal tahun. Untuk mengecek saldo persediaan awal barang, dilakukan di neraca awal perusahaan para tahun sebelumnya atau di neraca saldo.
Persediaan Akhir
Lalu persediaan akhir merupakan jumlah barang yang masih tersedia di penghujung periode akuntansi sebuah bisnis, seperti di akhir tahun atau akhir bulan. Penghitungan nilai saldo diperoleh dari penghitungan fisik stok atau stock opname. Hal tersebut berlaku bagi bisnis yang belum memakai aplikasi akuntansi.
Contoh Penghitungan HPP
Sebuah bisnis yang menjual pakaian bayi sedangn melakukan penyelesaian laporan keuangan di akhir periode 2021 dan menghitung nilai barang persediaan. Berikut contoh penjumlahannya.
Persediaan Awal Barang periode 2021 = Rp. 200.000.000,-
Pembelian baru selama periode 2021 = Rp. 150.000.000,-
Sementara Persediaan Akhir Barang Tahun 2021 = Rp. 100.000.000,-
Cara Penjumlahan
HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal Barang – Persediaan Akhir Barang
HPP = Rp. 200.000.000 + Rp.150.000.00 – Rp 100.000.000
HPP = Rp. 250.000.000
Baca juga: Kuliah Akuntansi Pasti Kerja, Begini Keunggulan UNMAHA
Itu tadi penjelasan mengenai cara menghitung HPP. Jika anda mempunyai bisnis, pengetahun mengenai HPP penting anda ketahui. Rumus menghitung HPP cukup mudah bukan? Langsung terapkan pada perusahaan anda jika ingin berkembang dan menarik banyak profit.
