BERNAS.ID – Lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air belum menunjukkan penurunna. Tercatat hingga Jumat (18/6/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif virus Corona ini mencapai 12.990.
Laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, total kumulatif kasus Covid-19 hingga hari ini mencapai 1.963.226 kasus, dengan kasus aktif sebanyak 130.096 kasus.
Ada tiga provinsi dengan konfirmasi positif Covid-19 melebihi 1.000 kasus, yakni DKI Jakarta dengan 4.737 kasus baru, Jawa Barat dengan 2.791 kasus baru, dan Jawa Tengah dengan 1.331 kasus baru.
Perhimpunan 5 profesi dokter di Indonesia mendesak pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara menyeluruh dan serentak, terutama di Pulau Jawa.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Meroket, Begini Permintaan Muhammadiyah
Dalam keterangan pers disebutkan, perhimpunan dokter-dokter spesialis itu terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
Berikut rekomendasi yang diajukan oleh perhimpunan dokter terkait lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia:
- Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak, terutama di Pulau Jawa
- Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi dan penerapan PPKM yang maksimal
- Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar
- Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru Covid‐19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih masif
- Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.
Efektivitas PPKM
Perhimpunan dokter juga menyoroti peningkatan kasus Covid-19 yang terus terjadi, dimulai dari 15 Mei 2021. Berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19, kasus harian pada tanggal tersebut tercatat sebanyak 2.835 kasus.
Kemudian, kasus perlahan meningkat bahkan semakin tajam. Pada 15 Juni 2021, tercatat sebanyak 8.161 kasus, kemudian 16 Juni 2021 sebanyak 9.944 kasus, dan per 17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus.
Jumlah kasus pada 17 Juni 2021 itu meningkat sekitar 500% dibandingkan dengan kasus Covid-19 pada 15 Mei 2021, diikuti dengan kenaikan kasus kematian akibat virus ini.
Sementara itu di Ibu Kota, data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat pemanfaat tempat tidur rumah sakit sudah hampir penuh. Data hingga 17 Juni 2021 disebutkan, sekitar 8.000 tempat tidur isolasi yang tersedia sudah terisi 84% dan ruang ICU terisi 74%.
“Sistem Kesehatan Indonesia dapat kolaps jika pihak berwenang dan terlibat tidak segera melakukan upaya-upaya maksimal untuk penanganan Covid-19,” tulis perhimpunan dokter.
Para dokter menguraikan efektivitas pemberlakuan PPKM pada 11 Januari 2021. Setelah pemerintah membatasi mobilitas masyarakat, kasus Covid-19 pada Februari 2021 terpantau mulai menurun.
Baca Juga: Upaya Pemulihan Ekonomi Bisa Terhambat oleh Lonjakan Kasus Covid-19
Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah telah mengeluarkan aturan untuk mengatur sektor sosial ekonomi, melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No.13/2021.
Dalam instruksi itu disebutkan operasional perkantoran wajib menerapkan pola work from home (WFH) atau bekerja dari rumah sebanyak 75%. Ini berlaku bagi perkantoran yang berlokasi di zona merah.
Sementara, untuk kantor yang terletak di zona kuning dan oranye, porsi WFH sebanyak 50% dari total karyawan. Untuk pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya, kapasitas pengunjung dibatasi hanya 50%.
“Pada saat WFH, pekerja tidak boleh melakukan mobilisasi ke daerah lainnya,” katanya, Kamis (17/6/2021).
