JAKARTA, BERNAS.ID – Belum tuntas pemberitaan mengenai penyebaran Covid-19 varian Delta, dunia kembali digemparkan dengan kemunculan varian Kappa. Varian terbaru dari Covid-19 ini termasuk golongan VoI (Variants of Interest) yang menjadi perhatian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak bulan April 2021.
Pertama kali ditemukan di India pada trimester terakhir 2020, varian Kappa dari Covid-19 memiliki gejala yang menyerupai penyakit campak. Laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa varian ini menimbulkan ruam di seluruh tubuh, disertai demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair.
Robert Booy, professor dari Universitas Sydney, menyatakan bahwa varian Kappa merupakan mutasi ganda dari varian awal Covid-19. Varian ini menyebabkan diterapkannya kembali pembatasan sosial di kota Melbourne, Australia.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi mencatat adanya 128 mutasi Covid-19 di Jakarta. Dari kasus-kasus tersebut, telah terdeteksi adanya satu kasus akibat varian Kappa.
