SOLO, BERNAS.ID – Dunia hiburan tanah air kembali dikejutkan dengan sebuah berita duka. Dalang kondang Ki Manteb Sudarsono meninggal dunia pada hari Jumat (2/7) puku 09.45 WIB di kediamannya di Desa Doplang, Karanganyar, Jawa Tengah. Dikabarkan bahwa dalang kondang tersebut meninggal karena terpapar virus Covid-19.
Sekretaris Paguyuban Dalang Surakarta, Sugeng Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari pesan singkat yang dikirimkan keluarga Ki Manteb. “Sakit apa, saya tidak tahu. Tapi, ini informasi pemulasaraannya secara protokol Covid. Dinyatakan positif Covid-19 menurut putranya begitu,” kata Sugeng, sebagaimana dikutip oleh Harian Republika.
Baca juga: Jokowi Optimis Covid-19 Teratasi
Sebelumnya, Ki Manteb baru saja kembali dari mengisi sebuah acara di Jakarta pada hari Senin (28/6). Ki Manteb, bersama dengan istrinya, kemudian melakukan pemeriksaaan ke dokter dan hasil swab antigen pada hari Kamis (1/7) menunjukkan bahwa keduanya positif Covid-19. Ki Manteb dan istrinya kemudian disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah, karena tidak ada ketersediaan ruangan di rumah sakit.
Pihak keluarga menyatakan bahwa pagi ini, Ki Manteb sudah mendapatkan tempat rawat di Rumah Sakit Jati Husada. Akan tetapi, nyawa dalang kondang tersebut sudah tidak tertolong.
Mengenal Sang Dalang
Ki Manteb Sudarsono dilahirkan di Sukoharjo, pada tanggal 31 Agustus 1948. Dalang wayang kulit ternama di Indonesia tersebut mengaku memiliki bakat seni dari sang ayah, yang juga seorang dalang.
Dalam perjalanannya meniti karir di dunia seni dalang, Ki Manteb berguru kepada beberapa seniman legendaris seperti Ki Narto Sabdo dan Ki Sudarman Gondodarsono. Ki Manteb sendiri telah memperoleh berbagai penghargaan atas kontribusinya terhadap seni. Beliau juga dianggap sebagai salah satu tokoh yang konsisten dalam usahanya melestarikan tradisi jawa.
Ki Manteb mendapatkan pengakuan nasional pada tahun 2004 setelah mencetak rekor dengan mendalang 24 jam non-stop dengan lakon Baratayuda. Pertunjukan yang digelar di RRI Semarang ini mendapat apresiasi publik dan MURI. Selain itu, Ki Manteb juga mendapatkan penghargaan 'Nikkei Asia Prize Award' di Jepang pada tahun 2010 atas kontribusinya di bidang kebudayaan.
