JAKARTA, BERNAS.ID – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, mengklarifikasi bahwa perubahan warna pada pesawat kepresidenan Indonesia-1 atau pesawat BBJ2 tidak ada unsur politis. Sebelumnya, biaya perubahan warna pesawat dari biru langit menjadi merah putih perawatan rutin pada pesawat kepresidenan menuai kritikan publik karena mencapai angka Rp 2 miliar.
Namun Stafsus Mensesneg memastikan bahwa perubahan pada warna pesawat memiliki alasan tertentu, salah satunya adalah penggunaan warna yang menjadi simbol pemersatu negara. Faldo berpendapat bahwa keputusan ini tidak ada kaitannya dengan urusan politik.
“Warna merah putih itu pemersatu kita. Bukan warna merah, putih, atau warna lainnya. Dalam momen ini, kita butuh banyak simbol pemersatu, sebagai penyemangat. Kami harap soal warna ini jangan bawa-bawa politik,” ujar Faldo pada hari Selasa (3/8).
Baca juga: Tingginya Jumlah Testing, Diakui Pemda DIY Kurangi Positivity Rate
Menurut Faldo, perubahan warna pada pesawat kepresidenan ini sudah seharusnya dan bisa menjadi suatu kebanggaan untuk negara. “Kita ingin melihat warna kebanggaan itu di atas langit dunia. Yang lama memang sudah waktunya untuk diganti. Kami berharap tidak dipolitisir,” lanjut Faldo.
Faldo mengatakan juga bahwa fungsi pesawat presiden bukan seperti pesawat tempur yang digunakan dalam peperangan maupun pengintaian. Faldo menambahkan bahwa yang utama adalah keamanan penumpang serta fasilitas yang memadai seperti teknologi pesawat yang acap diperbarui dan dicek.
“Tapi yang perlu diingat, pesawat kepresidenan bukan pesawat tempur atau pengintai. Yang penting dipastikan, standar keamanan yang tinggi tetap terjaga. Keamanan penumpang menjadi prioritas dengan perangkat teknologi yang terus di-upgrade dan di-service. Jangan sampai telat ganti oli lah. Makanya, pesawatnya masuk bengkel buat memastikan keamanannya itu,” kata Faldo.
Sebelumnya, Politikus Demokrat Andi Arief mempertanyakan maksud pengubahan warna pesawat kepresidenan dari biru langit menjadi merah putih di akun Twitternya. Menurut Andi, warna biru langit lebih pantas untuk pesawat presiden karena lebih meningkatkan keamanan dari pesawat tersebut.
Baca juga: Pertamina Masuk Fortune Global 500, Kebanggaan Indonesia!
“Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera bisa juga corona,” ujar Andi melalui akun Twitternya @Andiarief__. “Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang.”
