Bernas.id – Dalam keseharian seseorang dari lingkup terkecil sampai luas permasalahan yang sering dilakukan adalah kesalahpahaman. Apa yang menjadi dasar dari permasalahan tersebut? Iya benar, kalimat yang kita gunakan tidak efektif sehingga menimbulkan multi tafsir.
Lantas, bagaimana cara sederhana yang dapat kita ubah agar meminimalisir kesalahpahaman? Berikut akan penulis paparkan terlebih dahulu apa itu kalimat efektif, struktur dan syaratnya. Dengan demikian, Anda dapat mulai menerapkannya dan membuat lawan bicara menerima gagasan tanpa ada kesalahan.
Daftar Isi :
Apa Itu Kalimat Efektif?

Kalimat efektif adalah kalimat yang menyampaikan maksud yang ingin Anda sampaikan dengan jelas dan persuasif kepada pembaca Anda. Sebuah kalimat dikatakan jelas jika tidak memiliki kesalahan tata bahasa dan ejaan. Selain itu, kejelasan berarti kalimat menggunakan kata-kata yang paling tepat dan menghilangkan kata-kata yang tidak perlu.
Baca juga: 6 Jenis Paragraf dan Contoh Penulisannya yang Benar
Struktur Kalimat Efektif
Kalimat Efektif menggunakan bacaan dengan minat tinggi, kosakata yang berguna, dan pelajaran tata bahasa yang lugas untuk mengajarkan penulisan kalimat. Struktur paragraf juga diperkenalkan, bersama dengan kalimat topik, gerakan umum ke khusus, dan variasi kalimat dalam struktur paragraf.
Baca juga: Begini Kelebihan Kampus Pengusaha yang Ada di Jogja
Syarat Kalimat Efektif

Syarat yang harus Anda pegang setidaknya ada tujuh agar tulisan dapat dikatakan efektif yaitu sebagai berikut:
1. Kesepadanan Struktur
Agar kalimat yang tertulis dapat sepadan maka ada poin-poin yang tidak boleh tertinggal yaitu:
a. Memiliki subjek dan predikat yang jelas
Sebelum penyebutan subjek pada kalimat hindari kata depan agar kalimat yang Anda tulis memiliki subjek dan predikat yang jelas.
Contoh:
- di program bakat minat ada divisi baru (salah)
- program bakat minat ada divisi baru (benar)
b. Tidak terdapat subjek ganda
Jangan menuliskan subjek ganda karena akan mempengaruhi pembaca untuk memahami pada makna yang dimaksud.
c. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata ‘yang’
Jangan menyisipkan kata ‘yang’ sebelum predikat karena dapat menghilangkan predikat dalam kalimat.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
2. Keparalelan Bentuk
Maksud keparalelan bentuk yaitu ketika satu kalimat menggunakan kata benda maka jangan menyisipkan kata kerja atau sebaliknya.
Contoh:
Tahap akhir dari pembangunan rumah adalah pengecatan tembok, pemasangan lampu, peletakan perabotan, dan mengatur aliran listrik dan air.
3. Kehematan Kata
Dikatakan hemat apabila suatu kalimat tersebut tidak disertai kata, frasa atau bentuk lain yang tidak dibutuhkan.
Contoh:
- Cerpen itu begitu mengharukan, cerpen itu sangat memikat hati. (salah)
Cerpen itu begitu mengharukan dan sangat memikat hati. (benar)
4. Hilangkan pengulangan subjek
Hindari pengulangan subjek dalam satu kalimat.
Contoh:
- Karena dia habis kecelakaan, dia tidak bisa ikut turnamen futsal (salah)
- Karena habis kecelakaan, dia tidak bisa ikut turnamen futsal (benar)
Baca juga: Inilah 6 Teknik Membuat Paragraf Pembuka Agar Tulisanmu “Menjual”
5. Hindari kesinoniman dalam satu kalimat
Dua kata yang bermakna sama, pilihlah salah satu. Contoh: Ani belajar membaca agar supaya pintar.
Kata yang dicetak tebal memiliki makna yang sama sehingga harus memilih salah satu supaya kalimat menjadi efektif.
6. Perhatikan kata jamak
Jika kata yang tertulis sudah jamak maka jangan menambahkan kata lain yang bermakna jamak.
Contoh: hadirin semua dimohon duduk kembali.
Kata hadirin sudah jamak sehingga tidak perlu menambahkan kata semua.
7. Kecermatan penalaran
yang tidak kalah penting untuk diperhatikan yaitu kecermatan penalaran dengan memilih kata yang tidak menimbulkan pemaknaan ganda.
Contoh: Siswa SD Islam Terpadu terkenal itu menerima penghargaan.
Contoh tersebut dapat membuat pembaca menafsirkan dua makna yaitu:
- Siswa terkenal itu menerima penghargaan.
- Siswa dari SD Islam Terpadu terkenal itu menerima penghargaan.
Baca juga: Inilah Penggunaan Kata Sambung Di dan Kata Depan Di yang Benar
Jadi cobalah menambahkan kata hubung yang dapat mempertegas maksud Anda dalam menyampaikan informasi agar pembaca tidak salah menafsirkan.
8. Kelogisan Bahasa
Terkadang suatu kalimat yang sudah familiar di telinga kita ternyata penulisannya tidak logis. Kelogisan di sini artinya kalimat harus dapat diterima oleh akal dan sesuai kaidah yang berlaku.
Contoh: Waktu dan tempat kami persilakan.
Coba deh perhatikan, waktu dan tempat dipersilakan kemana emang? beda lagi jika penulisannya ditulis seperti ini: Bapak Arto kami persilakan untuk menyampaikan sambutan.
9. Beri Tanda Baca yang Benar
Penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar adalah salah satu keperluan kalimat disebut efektif. Tanda baca sangat berpengaruh dalam menafsirkan kalimat, jadi tidak boleh dianggap remeh.
Contoh: Kak bawa bawa helm.
Pembaca akan memberi dua pemaknaan yaitu sebuah kalimat Tanya dan kalimat perintah.
Baca juga: 7 Cara Lolos Menulis Esai Beasiswa untuk Mahasiswa
Dengan mengingat materi ini, mari kita lakukan latihan sederhana. Menerapkan dari hal-hal kecil, misal menuliskan pesan singkat melalui ruang chat dengan efektif. Hal yang menjadi pokok dari materi kalimat efektif adalah, 1) apa yang kita sampaikan baik secara tulis maupun lisan dapat mewakili gagasan atau perasaan; 2) gagasan yang disampaikan dapat diterima sesuai maksud kita. Anda bisa melakukannya, pembaca yang budiman . Saya percaya pada Anda!
