JAKARTA, BERNAS.ID – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan pemerintah tengah memprioritaskan wilayah Papua untuk mempercepat vaksinasi demi terlaksananya gelaran Pekan Olahraga Nasional (XX) di Bumi Cendrawasih bulan Oktober 2021. Melalui video yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Wiku menjelaskan wilayah-wilayah yang menjadi prioritas pemerintah agar mempercepat vaksinasi untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19.
“Di September mendatang akselerasi vaksinasi akan difokuskan khususnya kepada 7 daerah aglomerasi di Jawa-Bali, dan 45 kabupaten/kota dengan angka penambahan konfirmasi covid-19 tertinggi di wilayah non Jawa-Bali dan 5 kabupaten/kota di wilayah Papua karena untuk kepentingan PON,” jelas Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (10/8).
Wiku menyebutkan ada 5 kabupaten/kota di Provinsi Papua yang masuk jajaran prioritas percepatan vaksinasi, yakni Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Merauke, serta Kabupaten Timika. Dalam keterangannya, Wiku juga mengimbau pemerintah daerah setempat yang daerahnya tengah dilanda lonjakan kasus Covid untuk melakukan antisipasi dan mitigasi penanganan pandemi virus Corona.
Baca juga: Bupati Sleman: Bantuan Pendidikan untuk Menyelamatkan Generasi
“Jadi dimohon Gubernur, Walikota, serta Bupati di bawahnya untuk sekarang juga mengantisipasi. Bergerak mempersiapkan fasilitas kesehatan di wilayahnya masing-masing agar kasus yang naik dapat segera dikendalikan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, menginginkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali, segera membatalkan atau menunda pelaksanaan PON XX Papua. Penyelenggaraan PON di tengah pandemi Covid, menurutnya, tak memiliki urgensi khusus apalagi dengan perpanjangan PPKM Level 4 yang dilakukan pemerintah.
“Tidak ada urgensinya pemerintah tetap menyelenggarakan PON di Papua di tengah lonjakan Covid-19,” ujar Haris, Senin (9/8).
Haris membeberkan 7 alasan DPP KNPI mendesak pemerintah agar menunda penyelenggaraan PON XX Papua. Beberapa diantaranya yaitu karena lonjakan kasus Covid di wilayah Papua masih tinggi dan potensi terjadinya cluster baru di daerah pelaksanaan kegiatan.
“Penyelenggaraan PON XX Papua 2021 akan berpotensi menjadi cluster baru,” ujarnya. “Karena ribuan orang dari berbagai provinsi akan datang ke Papua. Baik itu atlet, official, dan lain sebagainya.”
Dalam pernyataannya, Haris juga merujuk pada pelaksanaan Olimpiade Jepang yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelahnya. Menurutnya, penundaan atau bahkan pembatalan PON XX Papua merupakan cara terbaik untuk menekan laju perkembangan kasus pandemi di Tanah Papua.
