JAKARTA, BERNAS.ID – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masih banyak pos komando (posko) penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan yang tidak melapor. Pihaknya mengkritik pemerintah daerah (Pemda) karena kinerjanya dinilai tak maksimal soal kepatuhan protokol kesehatan dan pembentukan posko untuk penanganan Covid.
“Hingga tanggal 15 Agustus dari sekitar 80.000 desa kelurahan di Indonesia baru sekitar 23 ribu di antaranya yang telah membentuk posko. Tidak hanya itu, dari 23 ribu posko yang telah terbentuk ini tidak semuanya rutin melaporkan kinerjanya,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan secara virtual, Selasa (17/8).
Menurut Wiku, Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas, pendekatan untuk menangani Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di setiap daerah berbeda-beda. Pemerintah, lanjutnya, akan fokus pada karakteristik, kondisi dan kesiapan daerah untuk melakukan pengendalian pandemi virus Corona.
Maka dari itu, Wiku menyampaikan bahwa laporan dari setiap posko di desa atau kelurahan sangat penting. Selain itu, posko juga menjadi tempat pengawasan dan pelaporan kepatuhan protokol kesehatan.
Baca juga: PPKM Bersambung, Mal Tetap Buka
Kendati demikian, berdasarkan data Satgas Covid, rata-rata ada sekitar 46 persen desa atau lurah di setiap provinsi yang memberi laporan. Wiku mengingatkan agar pemerintah daerah provinsi terus berupaya untuk meningkatkan kinerjanya. Harapannya, di tahun 2021 ini posko tingat di desa maupun kelurahan bisa menjadi posko atau satgas untuk fasilitas umum.
“Perjuangan pemerintah daerah akan sangat bermakna dalam usaha mencapai kemerdekaan melawan Covid-19,” tegas Wiku.
Kunci sukses dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, dimulai dari kinerja yang bagus, laporan rutin, dan kooperatif dari semua pihak untuk mencapai target yang dituju.
“Ingatlah bahwa keberhasilan Anda dalam mengendalikan kasus, bukan hanya akan bermanfaat bagi daerah masing-masing tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan,” Kata Wiku.
