BERNAS.ID – Wanita memang kadang sulit dinalar. Bener-bener enggak habis pikir saya. Sebut saja Bunga. Tinggi tak seberapa, rambut potong pendek ala Demi Moore, penampilan cewek aktif metropolitan yang suka kepraktisan. Kulit bersih glowing beraura sawo matang. Matanya berbinar indah bikin makin cantik dan cerdas saat sampaikan opini dengan runut dan meyakinkan. Dalam sebuah diskusi, Bunga mati-matian mempertahankan pendapatnya.
Malam itu Bunga jadi salah satu responden FGD membahas packaging design atau kemasan Citra, produk beauty lotion yang dikembangkan dengan inspirasi tradisi luluran para Putri Keraton. Tujuannya adalah agar kulit jadi kuning sawo matang. Konsep kecantikan idaman kebanyakan wanita Nusantara. Saat itu Citra yang masih dikemas dengan botol kaca yang unik ingin mengubah design kemasannya agar lebih baik. Menurut responden yang semuanya cewek pengguna loyal Citra, ada dua elemen design yang paling diingat dan dianggap penting yakni, ilustrasi silhouette girl dengan wajah menunduk dan bentuk botol kaca.
Responden tidak mau kalau Silhouette itu diganti dengan foto riil. Bahkan seandainya itu foto Maudy Koesnaedi yang cantik ketimuran engga diragukan atau Tamara Bleszynski atau Luna Maya yang cantik gadis modern. Kata responden, cantik sejati itu tidak harus diperlihatkan dengan secara terang-terangan.
Gambar cewek silhouette paling di kemasan dinilai sudah pas. Ada nuansa misteri dan menyisakan ruang bagi orang untuk mengimajinasikan seluas-luasnya kecantikan ideal yang diangankan audience. Gesture wajah menunduk introvert adalah ciri khas putri Keraton, ini juga sudah cocok. Sedangkan botol yang meliuk gemulai dan anggun dinilai sangat cocok dengan hakekat manfaat produknya.
Tapi bagi Bunga itu tidak cukup. Dia mengatakan bahwa ada satu lagi elemen sangat penting, yaitu bunga merah yang terselip di telinga gadis silhouette itu. Baginya bunga merah itu jadi eleman yang membuat Bunga loyal dengan Citra. Bunga merah kecil itu bagai mantra yang menyihir bahwa ini produk dan brand “gue banget”.
Tapi beberapa responden tidak setuju, bahkan Bunga dibilang mengada-ada. Enggak masuk akal kata teman-temannya. Hampir terjadi debat kusir. Debat selesai saat Bunga bilang: “Kalau bunga kecil ini hilang, Citra bukan brand gue lagi!”
Betapa kata “bukan brand gue lagi” bila dikatakan konsumen loyal ini adalah kabar terburuk bagi brand manager. Orang tidak akan membeli lagi. Saya sebagai Brand Strategist Confident mengusulkan agar 3 elemen itu dijaga betul. Salah satu peran penting brand dan packaging design adalah komunikasi keunggulan brand. Komunikasi untuk membangun relasi positive rational maupun emotional. Jadi bisa dipahami dulu kenapa silhouette girl dan bunga itu bertahan cukup lama. Makasih Bunga.
Argumen Bunga rasanya tidak masuk akal ya, tapi buat saya pesannya kuat sekali. Seringkali keputusan untuk membeli tidak sepenuhnya harus rasional dan masuk akal kan? Betapa senangnya brand manager, brand owner atau brand consultant yang bisa menemukan element magic bagaikan mantra dalam packagingnya. Mantra yang membuat konsumen bilang: “Ini gue banget!”.
Nah, sebagai konsumen pernahkah Anda tersihir seperti Bunga? Atau sebagai brand manager dan pemilik brand sudahkah Anda berhasil menciptakan magic elemen dalam brand dan packaging design produk Anda?
(Penulis: Julius Widiantoro, Branding & Packaging Design Consultant)
