JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginformasikan bahwa Indonesia memiliki kans menerima vaksin virus corona (Covid-19) Johnson & Johnson pada bulan September 2021 dengan skema hibah grand bilateral dari Belanda.
“Kita akan kedatangan vaksin Johnson & Johnson itu dari Belanda ya, itu tergeser ke bulan depan. Itu kan hanya vaksin yang cukup disuntik satu kali,” kata Budi dalam Rapat bersama bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI pada hari Rabu (25/8).
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa Indonesia akan menerima pasokan 80 juta dosis vaksin Covid-19 dari berbagai jenis produsen pada bulan September, antara lain dari Pfizer, AstraZeneca, Novavax, serta Sinovac.
Akan tetapi, Budi menyebutkan bahwa pengiriman vaksin cenderung dinamis dan dapat mundur hingga beberapa bulan. Contohnya Vaksin Novavax yang seharusnya datang di Agustus kemudian diundur hingga Oktober karena belum mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
Meskipun demikian, Budi meyakinkan bahwa Indonesia sudah mendapat dana hibah untuk membeli sekitar 10 juta dosis vaksin dari Australia.
“Kita sudah mengamankan vaksin sebanyak 458 juta dosis. Ini harusnya sedikit lebih cukup dari jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk 208.265.720 orang,” kata dia.
Baca juga: Menkes Dorong Daerah Habiskan Stok Vaksin
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan saat ini pihaknya tengah memproses dan mengevaluasi pengeluaran izin vaksin Johnson & Johnson dan tiga jenis vaksin Covid-19 lainnya, yakni CanSino, Covavax dan Covaxin.
Penny menambahkan bahwa vaksin Johnson & Johnson masih dalam proses evaluasi khasiat dan keamanan. Vaksin berbasis platform adenovirus dengan satu dosis penyuntikan ini hanya bisa disuntikkan kepada warga usia 18 tahun ke atas.
“Ada beberapa vaksin yang sedang berproses registrasi mendapatkan EUA, ini bukan yang uji klinik ya. Jadi ada CanSino, Johnson & Johnson yang tadi disampaikan Pak Menkes,” kata Penny.
Sementara ini, BPOM sudah memberikan izin darurat pada tujuh jenis vaksin untuk penanganan pandemi Covid-19 yaitu Sinovac (CoronaVac), Vaksin covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Comirnaty (Pfizer), dan Sputnik-V.
Pemerintah sendiri telah menetapkan lima merek vaksin yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax yang akan dipakai dalam program vaksinasi nasional. Untuk vaksin Gotong Royong, sejauh ini wacana merek vaksin yang akan dipakai adalah Sinopharm, CanSino, Sputnik-V, dan Anhui Zhifei Longcom.
