MAKASSAR, BERNAS.ID – Bagaimana strategi bisnis digital agar produk laku terjual? Problematika menarik ini ditangkap sebagai peluang oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Mereka adalah Agusdiwana Suarni (sebagai ketua), Sahrullah, dan Sri Wahyuni.
Selama kurun waktu sekitar dua bulan, tepatnya tanggal 22 Mei 2021 hingga 20 Juli 2021, tim dosen tersebut melakukan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa pendampingan bisnis digital di masa pandemi Covid-19 pada Badan Usaha Amal Nasyiatul Aisyiyah (Buana) Mabarakka'na Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan sebagai upaya meningkatkan omset penjualan.
BUANA adalah Badan Usaha Milik Nasyiatul Aisyiyah. Sejarahnya, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah membuat usaha yang diberi nama Mabbarakka'na. Terminologi ini diambil dari suku kata Bugis “mabbarakka” yang berarti berkah. Filosofi yang ingin diambil dari nama ini adalah segala usaha dan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan Nasyiatul Aisyiyah bisa menjadi berkah.
Produk Buana Mabbarakka'na berupa aneka kue kering, pineapple cake, craquelin, sagu keju, choco cheese thumbprint, sweet cheesy choco, nastar renyah, peanut thumbprint, choco stick, salju keju, madu asli, kurma.

Beberapa indikator permasalahan yang dihadapi Buana Mabbarakka'na, yakni produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Dalam masalah produksi, alat yang digunakan masih amatlah sederhana dan pengemasan (packaging) masih tradisional.
Manajemen usaha belum tertata baik dalam hal keuangan maupun dalam hal manajemen usaha sehingga tidak mendapatkan akses permodalan dari pihak perbankan. Di bidang pemasaran, masih dilakukan secara offline. Maksudnya, hanya mengandalkan penjualan secara langsung.
Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para pengurus Buana Mabbarakka'na untuk meningkatkan omset penjualan. Usaha ini terbilang baru dan masih banyak hal yang perlu dibenahi.
Solusi dalam hal produksi adalah edukasi. Misalnya, upaya desain logo, pembuatan brosur, pengemasan yang menarik. Tim PKM memodifikasi packaging produk Buana Mabbarakka'na, melakukan pendampingan dan cara packaging yang menarik sehingga daya beli pelanggan meningkat.
Hal lain yang dilakukan tim PKM adalah menggunakan boks atau pembungkus transparan yang memenuhi standar kesehatan. Brand dan logo sebagai informasi usaha dicetak ramah lingkungan. Brosur didistribusikan di luar lingkungan Buana Mabbarakka'na.

Dalam hal manajemen usaha, tim PKM melakukan pendampingan. Misalnya: tata kelola keuangan sederhana, pelatihan manajemen usaha dan ilmu berwirausaha, memberikan software berbentuk microsoft excel yang sesuai sistem standar akuntansi keuangan UMKM. Aturan susunan produk Buana Mabbarakka'na yang siap dijual, segera diatur dengan elegan sehingga mudah diambil.
Di bidang pemasaran, tim PKM memberikan pelatihan membuat spanduk, pembuatan akun sosmed (Whatsapp, Facebook dan Instagram), pendampingan pembuatan website usaha oleh Yusriyani, manajemen sistem via Whatsapp cara menghubungi pelanggan tanpa biaya iklan, pengenalan Google Bisnis.
Target dan luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM ini ada beberapa:
1. Usaha baru yang perlu pendampingan sehingga ada estafet kepemimpinan di pengurus periode berikutnya.
2. Meningkatkan omset penjualan.
3. Memberikan pengetahuan dalam hal bisnis digital, sehingga usai pandemi Covid-19 berlalu, kegiatan usaha Buana Mabbarakka'na tetap eksis.
4. Melahirkan produk unggulan berupa cake berkualitas dan memiliki nilai lebih dibandingkan cake sejenis yang dijual di kota Makassar dan Sulawesi Selatan.
5. Menjadi produk oleh-oleh khas Makassar.
6. Produk tersebut mudah dijumpai di media sosial, aplikasi Google, dan Go-Food.
Untuk mencapai semua target dan luaran tersebut, dibentuklah tim pakar PKM FEB Unismuh Makassar yang terdiri dari dosen multidisipliner, yakni: Akuntansi keuangan, Akuntansi Syariah, Kewirausahaan, Ekonomi Islam, Organisasi, Manajemen Sistem Informasi Akuntansi, dan Akuntansi Perpajakan.
Mereka adalah Agusdiwana Suarni.,SE.,M.Acc; Sahrullah.SE.,M.Ak; Sri Wahyuni S.E,M.E; Muhammad Nur Abdi, SE, MM; Faidul Adziem.SE., M.Si; Andi Arifwangsa Adiningrat.SE., S.Pd., M.Ak; dan Basir Basir.,SE.,M.Ak.
(Penulis: dr Dito Anurogo M.Sc, Kontributor Bernas.id di Taiwan, dosen FKIK Unismuh Makassar, S3 IPCTRM TMU Taiwan, CEO dan Founder School of Life Institute, penulis dan trainer berlisensi BNSP)
