Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Pimpinan DPRD DKI Ingatkan Jakarta Tak Bisa Jadi Kota Global Jika Pendidikan Masih Bermasalah

    May 14, 2026

    Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif

    May 13, 2026

    Aplikasi Simetris Berbasis AI Siap Cegah Kasus Keracunan MBG di Yogyakarta

    May 13, 2026

    Pengadilan Negeri Sleman Gelar Sidang di Kalurahan Condongcatur

    May 13, 2026

    Pasang Baru PDAM Sleman Hanya Rp750 Ribu

    May 13, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Finance»Memahami Investasi Reksadana Saham , Keuntungan, dan Risikonya
    Finance

    Memahami Investasi Reksadana Saham , Keuntungan, dan Risikonya

    Nabila ghaida ziaBy Nabila ghaida ziaNovember 9, 2021Updated:September 29, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Investasi reksadana disebut sebagai investasi yang mudah dilakukan oleh individu atau institusi karena tidak memerlukan modal banyak serta proses investasinya dibantu oleh manajer investasi. Reksadana merupakan sekumpulan dana yang diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen investasi, seperti saham. Selain itu, transparansi manajemen investasi dalam mengelola reksadana memudahkan investor untuk mengakses, mempelajari, dan menggali terkait informasi akur investasi, keadaan perusahaan, serta keuntungan dan risiko investasi.

    Investasi reksadana dalam bentuk saham atau reksadana saham adalah jenis reksadana yang dananya diinvestasikan ke dalam saham minimal 80 persen. Berhubung sebagian besar portofolionya ditaruh di saham, maka sifat reksadana saham hampir sama dengan saham, yaitu pergerakan harganya fluktuatif.

    Di samping itu, risiko reksadana saham terhitung lebih tinggi jika dibandingkan dengan risiko reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap tapi potensi keuntungan atau return reksadana saham relatif paling tinggi. Reksadana saham diharapkan mampu meningkatkan harga saham dalam jangka panjang. Perlu diperhatikan bahwa ada perbedaan antara reksadana saham dan investasi saham.

    Daftar Isi :

    1. Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham
    2. Keuntungan dan Risiko Reksadana Saham
    3. Tips Investasi Reksadana Saham

    Baca juga: Mengenal Reksadana, Jenis, serta Keuntungan dan Risikonya

    Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

    Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

    • Pengelolaan dana pada reksadana saham dilakukan oleh manajer investasi sehingga produk ini cocok untuk pemula maupun investor yang memiliki keterbatasan waktu untuk memantau pergerakan harga saham. Sementara itu, dana pada investasi saham dikelola oleh investor. Namun, investor dapat berkonsultasi dengan broker saham sebagai bahan pertimbangan keputusan untuk membeli atau menjual saham agar risiko kerugian dapat diminimalisir. Investor saham disarankan rutin memantau fluktuasi harga saham
    • Reksadana saham memiliki risiko yang lebih rendah dibanding investasi saham karena keputusan investasi dilakukan oleh manajer investasi yang berpengalaman di pasar modal. Di sisi lain, tingkat risiko investasi saham yang ditanggung oleh investor cenderung tinggi.
    • Keuntungan atau return yang diperoleh dari reksadana saham dikenakan fee atau biaya atas jasa manajer investasi. Biaya ini dikenakan setiap investor melakukan penarikan dana dengan jumlah biaya sesuai perjanjian awal. Sementara itu, keuntungan dalam bermain saham dapat diterima sepenuhnya oleh investor, namun investor dikenakan biaya lain, seperti biaya online trading dengan persentase biaya antara 0,1% sampai 0,3%.
    • Investasi dalam reksadana saham dapat dimulai dengan dana yang sedikit. Di sisi lain, saham cenderung memerlukan modal yang lebih banyak tapi investor tidak diperbolehkan menginvestasikan lebih dari 5% hartanya secara serentak. Penambahan investasi dapat dilakukan seiring pemahaman investor terhadap mekanisme investasi saham bertambah
    • Reksadana saham tidak dikenakan pajak, namun Keuntungan yang didapatkan dari reksadana saham harus dilaporkan ke dalam SPT Tahunan. Sementara itu, kegiatan investasi saham dikenakan dikenakan pajak. Investasi saham dikenakan pajak sebesar 0,1% untuk setiap penjualan saham dan 10% untuk setiap penerimaan dividen.
    • Proses pencairan dana pada reksadana saham memerlukan waktu sekitar lima hari kerja. Di sisi lain, pencairan dana pada investasi saham dapat dilakukan dengan cepat karena tanpa perantara pihak ketiga.
    • Dana yang diinvestasikan ke dalam reksadana saham menjadi tanggung jawab manajer investasi sehingga investor tidak memiliki peran dalam pemilihan sahamnya. Sementara itu, investor pada investasi saham leluasa memilih saham karena dana investasi dikelola langsung olehnya.

    Baca juga: Baru Mau Investasi? Pilih Reksa Dana dan Simak Info Lengkap Prita Ghozie Berikut Ini

    Keuntungan dan Risiko Reksadana Saham

    Keuntungan dan Risiko Reksadana Saham

    Dinilai secara umum, reksadana saham mampu memberikan keuntungan yang paling menjanjikan dibanding dengan reksadana jenis lainnya. Keuntungan atau return yang didapatkan investor reksadana saham dalam setahun rata-rata sebesar 20% sehingga dalam lima tahun investor reksadana saham dapat menerima return sebesar 100%. Keuntungan dan return reksadana saham yang tinggi disertai dengan risiko yang tinggi pula. Dalam investasi, kondisi ini disebut high risk high return. 20% keuntungan yang akan diterima oleh investor reksadana bisa berubah menjadi 20% kerugian apabila manajer investasi melakukan kesalahan saat mengelola dana investasi.

    Baca juga: Memilih Reksadana yang Terbaik untuk Investasi Anda

    Tips Investasi Reksadana Saham

    Tips Investasi Reksadana Saham

    1. Menyusun Tujuan Keuangan dan Investasi

    Bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat, maka reksadana saham bukan pilihan yang tepat. Meski Reksadana saham menawarkan keuntungan dan pertumbuhan yang signifikan tapi reksadana saham juga memiliki tingkat volatilitas yang tinggi atau risiko yang terpengaruh oleh naik turunnya harga saham. Investasi reksadana saham tepat bagi investor dengan tujuan keuangan jangka panjang, minimal 10 tahun. Investasi reksadana saham yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun kemungkinan memberikan keuntungan yang sangat tinggi. Dalam situasi lain, investor dengan jangka investasi menengah tetap dapat menjadikan reksadana saham sebagai penggerak atau pendorong pertumbuhan kinerja portofolio investasi secara keseluruhan.

    2. Memastikan Kredibilitas Manajer Investasi

    Investor reksadana dapat memeriksa status legalitas manajer investasi di website Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, investor juga perlu mengulik rekam jejak manajer investasi melalui berbagai artikel berita dan situs perusahaan yang menaungi manajer investasi

    3. Memahami Mekanisme Pengelolaan Reksadana Saham

    Setiap jenis reksadana saham memiliki mekanisme pengelolaan yang berbeda, seperti dikelola berdasarkan kapitalisasi pasar, yaitu pasar konvensional, syariah, ESG, dan lainnya maupun berdasarkan sektor, yaitu infrastruktur, teknologi, dan lain-lain. Mengetahui mekanisme pengelolaan reksadana dapat membantu investor dalam menyesuaikan jenis reksadana saham dan tujuan investasinya. Selain itu, investor perlu memperhatikan konsistensi kinerja reksadana dalam jangka menengah dan panjang, termasuk peringkat reksadana.

    Bergelar high return high, reksadana saham menjadi primadona di kalangan investor yang memiliki karakter agresif. Di samping itu, reksadana saham tidak memerlukan dana yang banyak serta pengelolaan investasinya dilakukan oleh manajer investasi sehingga investor pemula dimudahkan dalam berinvestasi.

    Baca juga: Menabung Dengan Investasi Reksadana

    keuntungan reksadana saham perbedaan saham dan reksadana saham reksadana saham risiko reksadana saham
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Nabila ghaida zia

      Related Posts

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026

      Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi

      April 18, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Persona AI Bekerja Sama dengan Under Armour untuk Mengkaji Berbagai Material Berkinerja Tinggi untuk Robotika Humanoid

      May 13, 2026

      CGTN: Mengapa dunia menyoroti KTT Tiongkok-AS yang akan datang?

      May 12, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pimpinan DPRD DKI Ingatkan Jakarta Tak Bisa Jadi Kota Global Jika Pendidikan Masih Bermasalah

      May 14, 2026

      Pansus: Pembangunan Daerah di DIY Belum Sepenuhnya Optimal dan Inklusif

      May 13, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.