YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja mewanti-wanti penyebaran COVID-19 yang berasal dari luar lingkungan sekolah menyusul telah diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Jogja.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, saat ini seluruh murid SMP dan sebagian murid SD telah melangsungkan PTM 100 persen selama kurang lebih sepekan ini. Menurut Budi belum ada evaluasi yang signifikan untuk dilakukan dan mendesak dalam pelaksanaan PTM kali ini.
Hanya saja, pihaknya tengah mewaspadai penularan COVID-19 yang berasal dari lingkungan luar sekolah yang berpotensi menyebar ke internal sekolah. Oleh sebab itu, kepada guru dan orang tua murid diharapkan bisa mengawasi dan proaktif dalam melakukan pemantauan.
“Sekarang evaluasi kita lebih banyak pada faktor eksternal, di mana perkembangan kasus COVID-19 sekarang mulai kembali naik meski belum signifikan baik DIY maupun nasional, itu yang jadi perhatian kami,” kata Budi, Sabtu (29/1/2022).
Ia meneruskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, temuan kasus COVID-19 di sekolah secara umum cenderung berasal dari pasien orang tanpa gejala (OTG) yang berasal dari luar Kota Jogja. Hasil pelacakan yang dilakukan Satgas Penanganan COVID-19 setempat juga tidak menemui asal muasal penularan, namun diklaim berasal dari luar sekolah. Sebab, hasil tes di lingkup sekolah menunjukkan hasil negatif.
Baca juga: Seluruh Sekolah di Kota Jogja Diimbau Pastikan Keamanan Bangunan
“Semua temuan memang OTG dan kita mengimbau kepada guru dan orang tua agar memperhatikan kondisi anak termasuk kondisi guru sendiri. Kemudian orang tua juga harus hati-hati, waspadai juga terhadap gejala kemungkinan COVID-19, karena bagaimana pun OTG kan tidak terdeteksi, sulit memang tapi kalau ada gejala tertentu lebih baik tidak masuk sekolah,” jelas Budi.
Ia menambahkan, dari sisi internal sekolah selama ini pelaksanaan protokol kesehatan sudah berlangsung dengan cukup ketat. Ditambah pula dengan hampir rampungnya program vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Jogja yang kini telah mencapai 90 persen.
“Testing terhadap 10 persen sampel secara acak kepada murid peserta PTM atau minimal 30 anak di sekolah dan tiga orang guru di tiap jenjang SD-SMP masih kita lakukan, sehingga tidak ada kekhawatiran kalau dari internal sekolah,” sambungnya.
Baca juga: Disdikpora: Ada yang Berubah di Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Tahap Dua
Di sisi lain, saat ini pun belum semua murid SD yang ikut serta dalam pelaksanaan PTM. Dia menyebut jumlah anak SD yang ikut dalam program PTM penuh baru sebanyak 66 persen dari seluruh murid SD di Kota Jogja. Pihaknya juga bakal melaksanakan evaluasi secara berkala di tiap pekannya.
“Jadi kalau masih ada temuan kasus baru di sekolah, kita langsung tutup saja agar tidak ada penyebaran yang meluas. Artinya kewaspadaan tetap dilakukan,” tandasnya. (den)