JAKARTA, BERNAS.ID – Kerja sama antar dua negara, Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia memiliki potensi yang saling bermanfaat ke depan. Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel, Moon Sung-Wook mengatakan ada tiga fokus kerja sama yang bisa saling menguntungkan dan berorientasi pada masa depan antara Korsel dengan Indonesia.
Fokus pertama, menurut Moon, kedua negara harus mempererat kerja sama rantai pasok bahan baku. Indonesia dinilai memiliki kekuatan di hulu karena memiliki sumber daya yang melimpah, sedangkan Korsel memiliki kelebihan di sektor hilir.
“Pemerintah kedua negara telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) kerja sama terkait critical minerals kemarin dan ini akan menjadi pilar yang penting untuk membangun supply chain yang stabil antara Korsel dan Indonesia,” jelas Moon di Jakarta, Selasa (22/2/2022).
Baca juga: Dominasi Korean Wave Melalui K-POP
Ia meneruskan, fokus kerja kedua, adalah kerja sama di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). Menurutnya, mencapai target nol-bersih emisi dan melakukan penanganan perubahan iklim telah menjadi keniscayaan.
Oleh karena itu, Korsel dan Indonesia telah resmi mengumumkan peta jalan untuk mencapai target nol emisi beberapa waktu lalu. “Untuk merealisasikan target tersebut, kita harus melakukan transisi energi yang berfokus pada sinergi bersih seperti solar, bio, dan hidrogen,” ujarnya.
Baca juga: Ini 5 Universitas Terbaik di Korea Selatan, Salah Satunya KAIST
Penciptaan target tersebut tidak bisa hanya diraih satu negara saja, tetapi diperlukan kolaborasi dunia secara multilateral untuk membangun ekosistem. Moon yakin Korsel dan Indonesia bisa menjadi mitra yang terpercaya untuk menuju nol emisi, karena kedua negara memiliki visi dan kepentingan yang sama terkait perubahan iklim, serta memiliki struktur industri yang saling melengkapi.
Fokus yang terakhir atau yang ketiga, Moon mengatakan jaringan yang terbangun melalui Free Trade Agreement (FTA). (cdr)
