JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperingatkan, harga tahu dan tempe bakal naik pada momentum puasa atau ramadan dan lebaran. Kenaikan harga tahu dan tempe dipicu kenaikan harga kedelai internasional.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebut, kenaikan harga kedelai di RI tak terhindari karena sekitar 86 persen kedelai berasal dari impor. Sehingga, lonjakan harga kedelai internasional langsung memengaruhi harga di pasar lokal.
“Pemerintah melakukan komunikasi dan edukasi publik ada kemungkinan, ada indikasi, karena kenaikan harga kedelai bisa melampaui puasa dan lebaran, maka sudah kami informasikan ada kemungkinan kenaikan harga di tahu dan tempe,” ujarnya Jumat (4/3/2022).
Baca juga: Misteri Lonjakan Harga Kedelai, yang Mencekik Para Pengrajin Serta Pedagang Tahu dan Tempe
Ia mengakui pemerintah tak bisa banyak berbuat terkait harga dan yang bisa diamankan hanya kecukupan pasokan kedelai saja.
Oke memastikan pasokan kedelai untuk konsumsi akan mencukupi kebutuhan selama puasa dan lebaran tahun ini.
Baca juga: Kedelai Mahal, Kapolres Minta Sentra Perajin Tahu Sukoharjo Tetap Berproduksi
Pada kesempatan sama, ia turut mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit merah serta cabai merah besar. Menurut dia, kenaikan disebabkan oleh faktor cuaca yang menekan produksi hingga nyaris 50 persen.
Kendati begitu, ia memproyeksikan harga akan berangsur turun sejalan dengan perkiraan cuaca yang membaik ke depannya. (den)
