JEPANG, BERNAS.ID – Kepolisian Jepang menemukan motif Tetsuya Yamagami untuk menembak mantan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe. Salah satunya, salah satunya, organisasi keagamaan terkait Abe telah membuat sang ibu bangkrut.
Menurut pihak kepolisian, Yamagami meyakini Abe terkait sebuah komunitas keagamaan dan mempromosikannya sampai ibunya rela menggelontorkan donasi dalam jumlah besar ke organisasi tersebut.
Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir
Berdasarkan pemberitaan Koran Yomiuri berdasarkan sumber dari tim investigasi, Yamagami menyampaikan kepada polisi jika ibunya menjadi bangkrut karena memberikan donasi. “Keluarga saya bergabung dengan agama itu dan hidup kami menjadi lebih sulit setelah menyumbangkan uang untuk organisasi tersebut,” ujarnya kepada polisi.
“Saya ingin menargetkan pejabat tinggi organisasi, tetapi itu sulit. Jadi, saya membidik Abe karena saya yakin dia terikat. Aku ingin membunuhnya,” paparnya menambahkan seperti diberitakan Asahi Shimbum.
Namun, sampai saat ini, belum terungkap organisasi keagamaan yang dimaksud Yamagami. Polisi juga belum mengungkap nama organisasi itu.
Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina
Kepada petugas, Yamagami mengaku merakit sendiri senjata api yang dipakai untuk membunuh Abe pada Jumat (8/7) lalu. Ia juga mengaku mulanya akan menggunakan peledak untuk membunuh Abe dengan sudah menyiapkan peledak untuk menghabisi Abe di acara Okayama.
Sebelumnya, PM Shinzo Abe dibawa ke rumah sakit pada 12.20 siang setelah ditembak seseorang dalam kondisi henti jantung dan luka peluru di leher dan dada. Dia mengalami henti jantung saat tiba. Resusitasi/CPR pun dilakukan.
Pihak rumah sakit mengerahkan 20 dokter dan tenaga medis profesional untuk menyelamatkan Abe. Semula, 10 dokter menangani Abe ketika tiba di rumah sakit. Namun, jumlah dokter ditambah terus akibat kondisi Abe yang tak kunjung baik. (jat)
