SLEMAN, BERNAS.ID – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melalui satuan kerja (satker) di bawahnya menyumbang skor tinggi untuk penilaian kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2023 dari Ombudsman RI. Secara nasional, Polri sendiri berada di urutan ke-13 dan masuk zona kuning versi Ombudsman RI Pusat.
Kelima satuan kerja di bawah Polda DIY seluruhnya masuk di zona hijau karena mengantongi skor 88 ke atas sehingga dianggap memiliki kepatuhan standar pelayanan publik tertinggi. Polres Kulonprogo meraih skor 94,85, Polresta Yogyakarta meraih skor 90,42, Polresta Sleman meraih skor 89,86, Polres Gunungkidul meraih skor 89,45, dan Polres Bantul meraih skor 88,82.
Baca Juga Anjing SAR Polda DIY Turut Andil Temukan Korban Longsor Proyek Talud Sumber Baru Land
Budhi Masthuri, Kepala Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan penilaian standar pelayanan publik tidak memberi tahu pihak kepolisian.
“Semua aspek dilihat, diwawancarai, dan datang untuk melihat kelengkapan tanpa memberitahu. Ditemukan skor yang setelah dikategorisasi memenuhi standar kepatuhan tertinggi, 88 ke atas,” tuturnya seusai penyerahan sertifikat penghargaan di Gedung Anton Soedjarwo, Polda DIY, Senin (20/2/2023).
“Polda DIY menyumbang skor tertinggi untuk nasional,” imbuhnya.
Ia mengatakan, pelayanan yang paling mencolok dengan pelayanan yang luar biasa, misal Polres Kulonprogo dengan inovasi pelayanan kepada difabel. Kemudian, syarat prosedur yang jelas seperti tarif, sarana dan prasarana, serta petugas.
“Kadang kita tes awal itu, kita cari toilet. Mudah tidak. Kalau cari toilet saja sudah susah, biasanya yang lainnya pasti lebih susah. Keberadaan informasi tentang toilet itu penting bagi instansi,” tuturnya.
Baca Juga Kapolda DIY Sapa Warga Di Kawasan Malioboro
Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran kapolres dan pejabat utama Polda DIY karena telah mencurahkan hati dan pikiran dengan pelayanannya yang terbaik.
“Dengan angka ini, kami akan mencoba meramu apa yang baik dari Polres Kulonprogo dan dikembangkan ke polres-polres yang lain agar nilainya setidaknya sama,” tutur Kapolda.
Kapolda juga menyampaikan pihaknya akan mengirim tim ke Polda Bali untuk melihat sistem pengamanan konferensi internasional G20. Menurutnya, ilmu yang didapat akan dibawa ke Yogyakarta karena banyak kegiatan berskala internasional. “Kita belajar karena ada contoh, ya kita berangkat,” ujarnya.
“Harapannya, masyarakat akan datang untuk berinvestasi dan kunjungan wisata naik sehingga memberikan efek ekonomi,” tukasnya. (jat)
