SLEMAN, BERNAS.ID – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Yogyakarta menggelar Rakerda IHGMA DPD Yogyakarta Tahun 2023 di The Jayakarta Hotel & Spa Yogyakarta, pada hari Jumat (24/2/2023) dihadiri segenap pengurus dan anggota.
Ketua IHGMA DPD Yogyakarta, Herryadi Baiin mengatakan, tema yang diusung dalam Rakerda kali ini, sekaligus sebagai isu yang akan dibahas yaitu “Global Surfing 2023”.
Baca Juga : Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke 77, IHGMA Yogyakarta Gelar Lomba Menghias Tumpeng
“Setelah 2 tahun lebih industri pariwisata jatuh terdampak pandemi covid-19 sejak 2020 dan 2021. Pada tahun 2022 industri pariwisata mulai bangkit kembali walau belum pulih 100 persen, namun tingkat hunian sudah meningkat pesat. Di tahun 2022 tingkat hunian lebih banyak dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi, tetapi di tahun 2023 diperkirakan terjadi krisis global dunia,” jelas Baiin.
Baiin menyampaikan, dalam pertemuan G20 di Bali, Indonesia menjadi salah satu yang mempunyai titik terang atas dampak krisis global tersebut dan dunia digital semakin meningkat, sehingga DPD IHGMA Yogyakarta mengangkat tema Global Surfing Rakerda Tahun 2023 ini.
“Dimana situasi market yang saat ini belum stabil demikian juga dengan situasi ekonomi dan politik menghadapi tahun politik 2024. Sehingga sangat diperlukan ‘Berselancar’ untuk menembus batas batas/rintangan tersebut baik secara digital maupun konservatif, sebagaimana pariwisata DIY mampu bangkit dari pandemi covid-19 lebih baik dibandingkan daerah lain,” ujar Baiin.
Baca Juga : Rakerda 2022 IHGMA DPD Yogyakarta: Tentukan Program Kedepan
Baiin juga menjelaskan Global Surfing 2023 adalah bagaimana menyatukan ekosistem profesional dalam kita bekerja. Dalam hal ini IHGMA merupakan salah satu organisasi yang profesional dan besar di Indonesia yang merupakan komunitas General Manager, Hotel Manager dan Hotel Restoran yang ada di Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Rakerda kali ini bertujuan untuk meningkatkan semangat hotelier untuk memulihkan dunia pariwisata pasca pandemi covid-19. Memberikan penyegaran serta meciptakan suasana yang fun untuk para pimpinan hotel. Meningkatkan kembali tali silaturahmi dan komunikasi yang positif sesama General Manager/Hotel Manager demi kebangkitan pariwisata di Yogyakarta,” jelas Baiin.
“Dan juga untuk membangun networking dengan stakeholder/asosiasi pariwisata yang ada di Yogyakarta,” imbuhnya. (cdr)
