YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tahun 2024 mendatang, menjadi 75 tahun kerjasama di bidang kebudayaan antara Belgia dan Indonesia, termasuk DIY. Nantinya, tak sekedar menjadi hubungan diplomatik, tapi akan menjadi hubungan persahabatan untuk meningkatkan kerjasama selain bidang kebudayaan.
Pernyataan itu diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menerima kunjungan Ambassador HE Frank Felix di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (4/5/2023). Sang Ambassador didampingi oleh Economic Diplomacy Advisor Kingdom of Belgium Randolph Walter Wintgens.
Baca Juga : Perkuat Peran Guru Dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran
Sri Sultan menyebut adanya kemungkinan untuk meningkatkan kerjasama selain bidang kebudayaan. Ke depan berbagai bidang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik masyarakat DIY maupun Belgia.
“Peningkatan perkembangan sangat dimungkinkan. Tadi saya sampaikan sama beliau bagaimana hubungan yang sudah 75 tahun ini tidak sekedar antar pemerintah saja. Tapi publik atau masyarakat juga ikut dilibatkan,” kata Sri Sultan.
Menurut Sultan, tidak hanya terbatas pada pendekatan budaya seperti seni tari, tetapi bidang lain seperti seni musik dan pertukaran antarpelajar atau IT juga bisa dikerjasamakan. Yang terpenting ada dukungan masyarakat terhadap perkembangan kerjasama ini.
“Kesan bekerjasama dengan Belgia memang sangat baik. Maka itu dengan begini kan bisa didukung oleh publik supaya lebih banyak potensi untuk berkembang,” ujar Sri Sultan.
HE Frank Felix mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali bertemu langsung denga Sri Sultan dalam misi persahabatan berbalut diplomatik. Ia mengaku senang atas sejarah hubungan hubungan baik dan persahabatan antara Indonesia dan Belgia yang hampir menyentuh angka 75 tahun.
Baca Juga : Polda DIY Beri Pengamanan Objek-Objek Wisata
Ia menjelaskan, akan ada perayaan khusus pada peringatan ke 75 tahun pada tahun depan. Tercatat, sering ada pertukaran kebudayaan antara Belgia dan Indonesia khususnya DIY. Beberapa kali, DIY mengirimkan beberapa misi kebudayaan ke Belgia dan begitupun sebaliknya. Ia juga sempat membahas mengenai peringatan 75 tahun hubungan diplomasi pada tahun depan yang akan dirayakan karena menyentuh angka spesial.
Sang Dubes berharap tahun depan DIY bisa kembali mengirimkan misi kebudayaan ke Belgia atau sebaliknya Belgia ke DIY untuk merayakan 75 tahun dan kerjasama Indonesia dan Belgia. Perayaan seperti ini memang hanya di saat-saat khusus saja, tidak setiap tahun. Tapi ia berharap akan ada peningkatan kuantitas untuk saling berinteraksi antara kedua belah pihak agar semakin mempererat hubungan.
“Harapannya setelah mereka berinteraksi setiap tahun, akan saling bertemu, saling kunjung dan saling kolaborasi agar semakin kuat hubungan antara warga Belgia dan Indonesia khususnya Yogyakarta. Kata kunci kerjasama ini adalah friendship. Tidak hanya sebatas hubungan diplomatik tapi kami harap persahabatan ini akan berlangsung seterusnya,” tutup Felix. (jat)
