YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Festival Film Dokumenter kembali digelar di Yogyakarta, pada 3-9 Desember 2023. Tahun ini, Festival Film Dokumenter menayangkan 84 film dari 42 negara produksi yang terbagi dalam 10 program.
Festival Film Dokumenter (FFD) 2023 digelar secara gratis di Gedung ex Bioskop Permata, Bioskop Sonobudoyo, IFI-LIP Yogyakarta, dan Cemeti-Institute for Art & Society. Sementara pembukaan berlangsung Minggu (3/12/2023) malam di Gedung ex Bioskop Permata.
Kurnia Yudha F. selalu director FFD menyampaikan, memasuki FGD tahun ke-22, pihaknya menyadari bahwa terdapat banyak rintangan–atau bahkan pertanyaan–untuk terus bertahan. Namun, sepanjang lebih dari dua dekade tersebut, pihaknya berusaha untuk terus belajar, tumbuh, berefleksi, dan mencoba bertransformasi.
“Saya rasa, kita tidak memiliki alternatif lain selain terus berupaya optimis. Memosisikan optimisme sebagai kebutuhan mutlak adalah salah satu cara menabrak keadaan yang ada. Untuk itu, semangat solidaritas dan seruan penghapusan penjajahan dalam bentuk apa pun dan di mana pun itu harus terus kita gaungkan,” ujar dia.
Baca juga: Festival Film Dokumenter 2021 Digelar Online, Begini Cara Nontonnya
Pihaknya selalu percaya bahwa film dokumenter adalah alat dan media yang kuat untuk menciptakan perubahan positif di dunia.
Begitu juga melalui festival ini, pihaknya berusaha mempertemukan berbagai kisah dari seluruh dunia yang belum pernah disaksikan sebelumnya yang memunculkan banyak talenta baru, keberanian melantangkan isu, serta keterbukaan ruang ekshibisi dan apresiasi dokumenter memperkuat harapan kita atas transformasi ekosistem yang lebih baik.
“Merekam yang tersisa, mencari yang tersembunyi, menemukan kearifan semesta menjadi slogan yang tersurat sebagai tanda bahwa FFD akan terus bergerak. FFD tak lain adalah bagian dari masyarakat sebagai pelaku aktif kebudayaan yang berupaya mencari tahu dan mencoba menjawab kebutuhan dan tantangan untuk memajukan ekosistemnya. Kami sadar bahwa kami tidak sendiri. Satu hal yang pasti, ekosistem dokumenter Indonesia ini sedang bertumbuh dan tidak ajeg berada di posisi yang sama,” kata dia.
Baca juga: FFD 2022 Digelar, Maksimalkan Gedung Eks Bioskop Permata Yang Sempat “Mati”
Ia menambahkan, sebagai salah satu program aktif Forum Film Dokumenter, FFD senantiasa membuka diri untuk merengkuh jalinan kerja sama yang integral, yang dia percayai dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem dokumenter Indonesia maupun dunia.
“Hal ini juga kami wujudkan dalam pembentukan kerangka program lain berupa lokakarya produksi hingga pengembangan koleksi film dokumenter Indonesia sebagai partisipasi aktif untuk menopang kebutuhan ekosistem yang ada,” imbuhnya. (den)
