YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof Al Makin memberikan wejangan tentang kehidupan kepada 1030 lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia mengatakan, dunia yang ada akan mengikuti perasaan kita.
Baca Juga Timnas Lolos Piala Asia, Presiden Jokowi Main Bola Bareng Anak-Anak Sleman
Dalam wejangannya, ia mengimbau agar para lulusan setiap hari mulai pagi, sore atau malam bisa menngendalikan perasaan sendiri dengan baik dan bijak. Jika berhasil mengendalikan perasaan, pikiran, mood, kebahagian, bakal membawa kehidupan yang lebih baik dan sukses.
Ia pun membagikan cerita tentang isi sebuah buku yang pernah dibacanya tentang sekolah kehidupan atau mazhab kehidupan. Menurutnya, dalam buku berjudul “The school of Life”, yang ditulis Alain de Bottontahun mengupas tentang sisi lain manusia yang tidak dipahami dan diajarkan di dalam kelas.
Seperti di kampus UIN Sunan Kalijaga Mahasiswa belajar banyak ilmu di 9 fakultas. Misalnya, di bisnis dan ekonomi dapat dipelajari tentang uang dan investasi. Di saintek mahasiswa belajar alam dan sekitarnya. ”Kita belajar memahami alam secara mekanik. Di Tarbiyah belajar pendidikan dan semua perangkatnya,” tuturnya dalam acara wisuda sarjana, magister dan doktor periode ke II tahun akademik 2023/2024 di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah, kampus setempat, Rabu (28/2).
Di Syariah, lanjut rektor, belajar hukum. Di Adab kita belajar sastra dan sejarah. Di Fishum belajar psikologi, komunikasi dan lain-lain. Tetapi ada hal-hal lain yang harus dipahami dalam bekal hidup dan untuk melangkah hidup nanti, sangat penting memahami emosi dan spiritual manusia.
Bagaimana agar dapat selalu bahagia, senang, optimis, tertawa, suka, berharap, riang, dan gembira. ”Itu aspek positif dari manusia,” ujar Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Begitu juga bagaimana kita sedih, putus asa, benci, marah, patah hati, tergesa-gesa, panik, takut, pesimis, dan hal-hal negatif yang harus juga dipahami agar bisa dimanaje menjadi motivasi hidup yang bermanfaat untuk kebahagiaan dunia dan akherat.
Karena tidak ada ilmu pasti untuk mamahami diri sendiri. Bagaimana memahami dan mempelajari diri sendiri? Bagaimana manusia mampu menahan diri ketika sedih, menghibur diri ketika putus asa, membesarkan hati ketika patah hati, menenangkan diri ketika panik, membuat ceria ketika pesimis? Ilmu tentang diri sendiri. Ilmu tentang menghibur diri.
”Ilmu tentang memahami jiwa, perasaan, dan obat bagi diri sendiri. Begitu juga tetap ingat dan bersikap moderat ketika riang, suka, tertawa, optimis, dan riang. Itu semua membutuhkan pengaturan diri sendiri,” demikian jelas Prof. Al Makin.
Prof. Al Makin berharap, para lulusan UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi sarjana yang bisa menyebarkan rahmat untuk lingkungannya.
“Kalian hendaknya dapat memahami diri sendiri, sering-sering merenung, ikut memikirkan penyelesaian dari banyaknya persoalan di dunia ini, melalui perenungan diri, sehingga dapat berpikir jernih. Demikian juga dengan permasalahan diri sendiri, harus dapat diselesaikan oleh diri kita sendiri, melalui perenungan,” imbuhnya.
Menurut Rektor, tidak perlu curhat ke teman, mempengaruhi orang lain, membuat orang lain simpati, atau curhat di media sosial, instagram, tiktok, facebook dan twitter. Sebab, cara demikian tidak akan menyelesaikan permasalahan, tetapi malah akan melebar.
“Jadi intinya, ketika masalah itu ada dan tidak diselesaikan dari dalam diri sendiri, kemudian marah dan benci disebar-sebarkan ke media sosial, masalah tidak selesai, tapi justru menyebar menjadi masalah orang banyak. Maka renungkan masalah diri sendiri dan lingkunganmu, lalu selesaikan melalui pemikiran yang jernih hasil dari perenungan,” bebernya.
Untuk itu, dibutuhkan waktu walaupun sudah sarjana untuk memahami diri sendiri. Siapa yang memahami diri sendiri dia orang yang menang. Bab dua Alan de Botton menjelaskan tentang Others Atau memahami orang lain. “Oleh karena itu, jangan sebarkan perasaan kita pada tempat kerja, kawan, team, dan lain-lain. Prasangka kita yang menentukan. Kendalikan pikiran dan perasaan kita, kata Buddha Gautama,” ujar Rektor.
Baca Juga Kejari Sleman Dan BPKP DIY Sepakat Ada Pidana Di Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
“Kita baik-baik ya, semua baik-baik. Kita sedih semua ikut sedih. Kita risau semua ikut risau. Oleh karena itu jangan sebarkan perasaan kita pada tempat kerja, kawan, team, dan lain-lain. Prasangka kita yang menentukan. Kendalikan pikiran dan perasaan kita, kata Buddha Gautama. Perasaan, pikiran, prasangka, hati itu semua milik kita,” tukas Rektor.
Dalam acara wisuda sarjana, magister dan doktor periode ke II tahun akademik 2023/2024 di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mewisuda 1030 orang lulusan, terdiri dari 648 orang lulusan Sarjana, 372 orang lulusan Magister, dan 10 orang lulusan Program Doktor. Dari jumlah tersebut, 704 orang wisudawan/wisudawati berhasil meraih predikat Cumloude. Sejumlah 517 orang lulusan diwisuda Rabu (28/2). Sedangkan 513 orang lulusan diwisuda Kamis (29/2). (Jat)
