JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bakal melanjutkan pembangunan proyek tanggul laut (sea dikes) yang dibangun di Bekasi-Tangerang.
Diketahui rencana pembangunan proyek tanggul laut ini dilakukan menunggu kabinet berikutnya. PUPR akan kembali membahas lebih lanjut mengenai pembangunan selepas pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Baca Juga : Menteri PUPR: Serapan Anggaran 2022 Capai 93,7 Persen, Realisasi Fisik 96,2 Persen
Sekretaris Jenderal PUPR, Mohammad Zainal Fatah mengatakan, pihaknya bakal kembali membahas lebih lanjut mengenai pembangunan tanggul laut ini, selepas pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Kita belum ya, nanti mungkin setelah sudah ada pelantikan (presiden terpilih Prabowo) kita duduk lagi,” kata Zainal.
Berdasarkan studi yang dilakukan Kementerian PUPR dalam membangun tanggul laut tersebut, bakal menelan biaya hingga Rp 90 triliun. Adapun studi tersebut telah dilakukan bersama Belanda dan Korea.
Baca Juga : Menteri PUPR Segera Tangani Banjir Rob di Jalur Mudik Semarang
“Kami desainnya (tanggul laut Bekasi-Tangerang) sudah dengan Korea dan Belanda, dari Bekasi sampai Tangerang kira-kira Rp 90 triliun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu.
Terbaru, Kementerian PUPR tengah menjajaki peluang kerja sama pembangunan pemecah gelombang (breakwaters) dan tanggul laut (sea dikes) dengan Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI).
Basuki mengungkapkan, hasil pertemuan tersebut bakal ditinjaklanjuti dengan kunjungan tim NHRI ke Indonesia dalam waktu dekat. NHRI akan mengkaji desain dasar yang disusun oleh tim ahli Korea Selatan, Belanda dan PUPR.
“Hal ini merupakan transfer of knowledge dari Tiongkok ke Indonesia. Adapun rencana pembiayaan akan menggunakan skema loan,” terang Basuki. (DID)
