SLEMAN, BERNAS.ID- Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) perlu memperkuat kemampuan di bidang informasi dan teknologi atau IT mengingat semua sektor kini telah berbasis digital. Selain itu, kemampuan softskill juga sangat dibutuhkan di masa depan agar pekerja bisa berkompetisi di dunia kerja.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Indonesia (HILLSI) DIY pun terus melakukan regenerasi dan upaya kolaborasi dengan pekerja di dunia digital. Tujuannya agar bisa menciptakan pekerja yang mengusai IT dan memiliki softskill seperti attitude, sikap, dan mindset.
Baca Juga Sri Sultan Terima 120 Manuskrip Jawa Kuno Digital Dari Inggris
“Musda merupakan proses regenerasi yang harus kita lakukan. Dari musda ini diharapkan terpilih ketua baru yang bisa berkolaborasi dengan dunia digital,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Indonesia (HILLSI) DIY periode 2019-2024, Nurul Imam di sela kegiatan musyawarah daerah (musda) yang digelar di Jogja Tourism Training Center (JTTC), Selasa (22/10).
Kegiatan musda keenam ini mengusung tema “Dengan Musyawarah Daerah DPD HILLSI DIY Kita Tingkatkan Fungsi dan Peran Lembaga Pelatihan Kerja Swasta untuk Mendukung Gerakan Nasional Indonesia Kompeten”. Musyawarah ini bertujuan untuk memperkuat peran lembaga pelatihan kerja swasta dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja di Indonesia.
Saat ini terdapat 236 LPK yang bernaung di bawah organisasi HILLSI DIY. Masing-masing punya sekitar 73 kejuruan. Dari seluruh kejuruan itu, berdasar data terakhir ada 98 yang terakreditasi.”Lewat forum musda ini kita juga akan berkoordinasi dengan kedinasan. HILLSI adalah organisasi mitra dinas yang tertua karena kita berdiri tahun 1982,” imbuh Nurul.
Ke depan, lanjut Imam, LPK tidak dapat lepas dari dua hal. Pertama adalah peluang kerja di luar negeri seperti kapal pesiar, bahasa, dan perhotelan. Selanjutnya hal yang berhubungan dengan IT contohnya digital markerting, dan desain grafis. “Harapan kami, LPK bisa berkembang di masa mendatang,” ujarnya.
“Dalam musda ini kita juga berkolaborasi dengan SMK selaku pihak yang sama-sama bergulat dalam dunia vokasi,”imbuhnya.
Sebagai bagian dari kegiatan diselenggarakan Gebyar Musda berupa pameran potensi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-DIY pada 21 – 22 Oktober 2024 yang diikuti oleh 21 LPK. Acara ini juga diisi rangkaian talkshow. Selain itu diadakan Bimbingan Teknis Pengelolaan LPK yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
Ketua Panitia Musda HILLSI, Agus Susanto menyebut puncak dari musda, yaitu pelantikan pengurus DPD HILLSI DIY oleh DPP HILLSI, yang disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja DIY. “Musyawarah Daerah ini bertujuan untuk memperkuat peran lembaga pelatihan kerja swasta dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja di Indonesia,” katanya.
Selain itu, akan diadakan Bimbingan Teknis Pengelolaan LPK yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta pada tanggal 21 Oktober 2024. Kegiatan ini akan diisi oleh narasumber yang kompeten dalam tata kelola lembaga pelatihan kerja dan dihadiri oleh para pengelola LPK di Kota Yogyakarta. (jat)
