BANDUNG, BERNAS.ID – Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa kritik rencana perluasan area tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Terlebih areal yang disasar adalah, kawasan hutan Perhutani.
Politisi Gerindra ini menjelaskan kritik dikemukakan karena rencana perluasan TPA Sarimukti itu nantinya akan mengurangi kawasan hutan, belum lagi merusak lingkungan. Mulai dari air limbah atau lindi yang merusak ekosistem lingkungan sekitar, seperti sungai, laut hingga waduk Jatiluhur.
Belum lagi, kata Buky Wibawa, resiko ledakan karena akumulasi gas metan hasil dekomposisi sampah oleh bakteri anaerob, terutama masyarakat sekitar yang dirugikan atas kerusakan lingkungan imbas dari perluasan tersebut dan dampak negatif lainnya.
Baca Juga : Ditanya DPRD Jabar Soal APBD Turun Rp6 Triliun, Bey Machmudin Bilang Begini
“Air limbah atau lindi dari TPA Sarimukti itu pada faktanya dialirkan ke sungai dengan kadar racun yang masih tinggi, hingga ikan yang hidup di sungai saja mati,” kata Buky Wibawa, Kamis (31/10/2024).
Perluasan TPA Sarimukti yang direncanakan Pemprov Jabar lanjut Buky Wibawa, bukan solusi tepat dalam penanganan sampah. Menurutnya, dirinya lebih setuju terhadap solusi pengurangan sampah yang dimulai dari hulu atau rumah dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Masyarakat perlu diedukasi untuk mulai memilah sampah.
Baca Juga : Pemprov Jabar Siap Kembangkan Ponpes Jadi Pusat Pendidikan Terpadu
Kemudian, di pasar-pasar tradisional yang paling tinggi memproduksi sampah organik. Seharusnya ada penanganan sampah di pasar-pasar, lewat pengolahan sampah organik menjadi pupuk atau soluasi penanganan sampah organik lainnya secara mandiri. Lalu, dengan mengolah sampah di hulu Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPS).
“Sampah terus diproduksi setiap hari, harus ada solusi tepat untuk menangani masalah sampah ini,” katanya.
Menunggu Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung itu baru diperkirakan selesai di 2028, itu pun kalau lancar. Sedangkan sampah terus diproduksi, harus ada solusi karena menunggu TPPAS Legok Nangka beroperasi harus menunggu cukup lama. (Aris)
