SLEMAN, BERNAS.ID- Institut Pertanian Stiper Yogyakarta menggelar wisuda sarjana ke-83 dan Pascasarjana ke-29 di GRHA INSTIPER, Sabtu (09/11). Dalam wisuda kali ini, ada sebanyak 367 lulusan dengan rincian 13 orang lulusan program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan dan 354 lulusan program Sarjana dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Kehutanan.
Rektor Institut Pertanian Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana mengatakan sebanyak 15 persen dari lulusan Instiper yang wisuda, Sabtu (9/11), telah diterima di berbagai perusahaan perkebunan atau pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai mata kuliah dan pendukungnya yang dipelajari di kampus, dapat segera diaplikasikan di dunia kerja.
“Rata-rata waktu tunggu lulusan Instiper Yogyakarta sekitar 6 bulan. Bahkan, di antara wisudawan kali ini 15% di antaranya sudah diterima bekerja 1 bulan atau lebih sebelum wisuda,” kata Rektor.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Lanjut tambahnya, lulusan Instiper banyak mengisi posisi-posisi strategis di bidang perkebunan dan kehutanan Indonesia. Instiper juga memiliki Magister Manajemen Perkebunan yang menjadi pilihan tepat bagi fresh graduate maupun praktisi di dunia perkebunan dan kehutanan untuk meningkatkan karirnya. “Sejak awal didirikan, Instiper senantiasa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan dunia industri. Pengembangan kurikulum di kampus Instiper juga melibatkan mitra kerja strategis kami yaitu perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan dan kehutanan yang akan menyerap lulusan-lulusan kami. Dengan demikian apa yang dipelajari mahasiswa di kampus, sesuai dan dapat diaplikasikan mahasiswa saat sudah bekerja,” terangnya.
Kepala LLDikti Wilayah V Yogyakarta Prof. Setyabudi Indartono mengatakan tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya adalah serapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri. Namun kampus pertanian ini telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di bidang perkebunan maupun lembaga lainnya.
“Tantangan pendidikan tinggi saat ini salah satunya adalah tingkat serapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri. Saya sangat mengapresiasi INSTIPER Yogyakarta yang telah memiliki hubungan dengan sangat baik dengan perusahaan di bidang perkebunan dan kehutanan sehingga tidak hanya terjalin kerjasama dalam menyerap lulusan namun juga membantu dalam penyusunan kurikulum, menjadi lokasi magang dan penelitian mahasiswa, bahkan memberikan beasiswa ikatan dinas. Kepercayaan dari perusahaan merupakan salah satu bukti nyata kualitas pendidikan di INSTIPER sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja,” bebernya.
Wisudawan terbaik dari program Sarjana diraih oleh saudara Akbar Abdul Wahid, SP, dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,97 dan sudah diterima bekerja di PT Musim Mas. Sedangkan dari program Pascasarjana diraih oleh saudara Cicilia Dewi Kristiyani, S.P., M.Si dengan IPK 4,00 dengan masa studi 1 tahun 6 bulan.
Pada wisuda kali ini, terdapat 138 lulusan (37%) yang mendapat predikat Cumlaude/Pujian, dan sebanyak 50 lulusan merupakan penerima beasiswa yang terdiri dari SMART sebanyak 27 orang, PT. Riau Andalan Pulp dan Paper sebanyak 3 orang, Bidik Misi sebanyak 2 orang dan 18 orang lainnya merupakan penerima beasiswa Pemda Nias Selatan.
Akbar Abdul Wahid mengatakan sengaja memilih untuk menempuh kuliah di Instiper Yogyakarta karena ingin menjadi bagian dari perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia. “Berkuliah di Instiper merupakan keinginan saya pribadi meskipun orang tua juga bekerja di perusahaan kelapa sawit. Selama kuliah, saya mendapatkan pembelajaran yang luar biasa dari dosen-dosen yang tidak hanya menjelaskan teori namun juga memberikan wawasan tentang kemajuan teknologi terknini di industri kelapa sawit. Pada kesempatan ini, saya juga berterimakasih kepada orang tua saya yang selalu mendoakan saya dari awal hingga lulus dan Alahmdulillahnya setelah lulus saya langsung diterima bekerja di PT Musim Mas,” kata mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. (Jat)
