JAKARTA, BERNAS.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (24/11/2024) pukul 05.30 WIB setelah menyelesaikan lawatan kenegaraan ke enam negara. Perjalanan selama dua pekan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menjanjikan potensi besar bagi Indonesia, terutama dalam sektor investasi.
Kunjungan Prabowo ke Tiongkok dan Inggris menjadi sorotan utama. Dari Tiongkok, Presiden berhasil membawa komitmen investasi senilai USD 10,07 miliar atau sekitar Rp159,8 triliun yang akan dialokasikan untuk sektor kesehatan, bioteknologi, manufaktur, energi terbarukan, ketahanan pangan, dan keuangan. Sementara dari Inggris, Prabowo menggandeng 19 perusahaan besar yang berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 8,5 miliar atau sekitar Rp135,2 triliun.
Baca Juga : Dorong Investasi Infrastruktur, Kemenhub Gelar Investor and Tenant Gathering 2024
“Ini menunjukkan optimisme dunia internasional terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kepercayaan terhadap kebijakan yang kita jalankan,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.
Selain itu, Prabowo juga menjajaki penguatan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi dengan Amerika Serikat. Kedua negara berkomitmen memperluas hubungan perdagangan dan pertanian yang nilainya mencapai USD 7 miliar pada 2023, serta merencanakan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi pada 2025.
Kunjungan kenegaraan lainnya, seperti pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, juga menghasilkan kesepakatan penting untuk memperluas hubungan strategis, terutama di sektor keamanan dan ketahanan pangan.
Baca Juga : Prabowo Dorong APEC Jadi Motor Inklusi, Ketahanan, dan Inovasi Global
Bukan sekadar angka, Prabowo menekankan bahwa hasil dari lawatan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Investasi di sektor teknologi dan energi terbarukan, misalnya, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong Indonesia menuju transisi energi bersih. Di bidang kesehatan dan ketahanan pangan, komitmen ini juga diharapkan memperkuat sistem nasional yang lebih tangguh dan inovatif.
Kepulangan Prabowo dengan membawa “oleh-oleh” investasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong kerja sama lebih besar di masa mendatang. Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan implementasi dari kesepakatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Ini bukan hanya kemenangan diplomasi, tapi juga bukti nyata kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” tutupnya. (DID)
