JAKARTA, BERNAS.ID – Dalam dunia bisnis yang kompetitif, filosofi “Business is about helping people” menjadi landasan utama bagi Paulus Sulastri, seorang entrepreneur yang sukses sekaligus mentor bagi banyak pengusaha muda di Indonesia.
Yah, Paulus Sulastri adalah seorang profesional, entrepreneur, dan pemikir yang telah menjadikan dunia bisnis Indonesia lebih tangguh dan berdaya saing melalui pemikiran inovatif dalam bidang teknologi, kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas organisasi.
Sebagai Co-founder dan Komisaris di PT Berbagi Relasi Perbesar Rejeki (icommunity.id) sejak 2022, serta Co-founder dan Komisaris Indonesia Pride Consulting (IPC) yang berdiri sejak 2019, Paulus menjadi salah satu tokoh penting dalam merubah paradigma bisnis lokal.
Baca Juga : Juanda Rovelim, Trainer Digital Marketing yang Menginspirasi
Selain itu, ia juga merupakan Co-founder PT GF International (gudangfurniture.com) yang mengembangkan bidang bisnis furniture berbasis teknologi.
Tertarik pada Teknologi Sejak Usia 5 Tahun
Sejak kecil, Paulus Sulastri telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia teknologi. Sejak kelas 5 SD, ia sudah mulai memahami dasar-dasar komputer dan pemrograman.
Kecintaannya pada teknologi membawanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Teknik Informatika di Binus University. Setelah menyelesaikan gelar sarjana, ia semakin mendalami dunia bisnis dan kepemimpinan dengan melanjutkan studi ke jenjang S2.
Namun, perjalanannya di dunia bisnis tidak selalu mulus. Memulai usaha sejak usia 22 tahun, Paulus mengalami jatuh bangun dalam bisnisnya. Kesadaran akan pentingnya kombinasi mindset, skill set, dan tool set menjadi pelajaran berharga yang akhirnya membentuk visinya dalam berwirausaha.
“Kepemimpinan itu soal mindset, skill set, dan tool set. Semua elemen ini harus seimbang untuk menciptakan tim dan budaya perusahaan yang sukses,” tambahnya.

Dari Teknologi ke Kepemimpinan dan Bisnis
Meski berlatar belakang teknologi, Paulus menyadari bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya bergantung pada keahlian teknis. Ia mulai memperdalam ilmunya di bidang kepemimpinan dan sumber daya manusia, yang menurutnya merupakan kunci utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Teknologi itu ibarat pisau, bisa digunakan untuk hal yang baik atau sebaliknya. Yang membedakan adalah mindset penggunaannya,” ungkapnya.
Prinsip inilah yang kemudian mendorongnya untuk mendirikan Indonesia Pride Consulting, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelatihan dan pengembangan bisnis berbasis kepemimpinan.
Mendirikan Indonesia Pride Consulting
Indonesia Pride Consulting lahir dari kepedulian Paulus terhadap para pengusaha yang masih kesulitan dalam mengelola bisnisnya. Dengan pendekatan berbasis mindset dan kepemimpinan, ia berupaya membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk berkembang dengan lebih baik.
Baca Juga : Anthony Salim, Sarjana Teknik yang Sukses Banting Setir Jadi Pengusaha
Visi utama perusahaannya adalah membangun bisnis yang menjadi kebanggaan Indonesia. Menurut Paulus, masih banyak pengusaha yang mengidolakan perusahaan luar negeri, padahal sebenarnya potensi bisnis dalam negeri juga sangat besar. Oleh karena itu, ia ingin membantu pengusaha Indonesia membangun bisnis yang kuat dan mandiri.
Menjadi Mentor bagi Pengusaha dan Startup
Selain mendirikan perusahaan sendiri, Paulus juga aktif menjadi mentor di berbagai komunitas startup dan pelaku usaha. Ia juga pernah dipercaya sebagai mentor bisnis oleh Bank Indonesia dalam program pengembangan teknologi dan startup.

Di sektor ini, Paulus melihat bahwa tantangan utama bagi banyak startup di Indonesia bukanlah kurangnya teknologi atau sumber daya, tetapi lebih kepada mindset wirausahawan. Banyak startup terlalu bergantung pada pendanaan investor tanpa memperhatikan profitabilitas, yang akhirnya membuat bisnis mereka sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Saya selalu menekankan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya bergantung pada dana investor, tetapi juga memiliki model bisnis yang benar-benar menguntungkan,” jelasnya.
Pandangan Terhadap Ekosistem Startup di Indonesia
Sebagai seseorang yang telah berkecimpung lama di dunia bisnis, Paulus melihat bahwa perkembangan ekosistem startup di Indonesia masih memiliki banyak tantangan. Salah satunya adalah fenomena bubble startup, di mana banyak startup yang tumbuh pesat berkat dana investor tetapi akhirnya gagal karena tidak memiliki fondasi bisnis yang kuat.
Ia mencontohkan kasus beberapa unicorn Indonesia yang mengalami kesulitan setelah pasar mulai menuntut profitabilitas. Menurutnya, mindset berbisnis harus lebih berorientasi pada keberlanjutan dan bukan sekadar ekspansi cepat.
Filosofi Hidup dan Prinsip Bisnis
Bagi Paulus, bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi banyak orang. Berpegang teguh dengan filosofi “Business is about helping people” ia percaya bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu menyelesaikan masalah dan memberikan solusi bagi orang lain.
Baca Juga : Banyak Makan Asam Garam di Dunia Pergerakan, Kevin Wu Pilih Berpolitik dalam Perjuangkan Aspirasi Rakyat
“Bisnis terbaik adalah bisnis yang membantu orang lain,” tegasnya. “Jika kamu membuka rumah makan, kamu membantu orang yang lapar mendapatkan makanan enak dengan harga terjangkau. Jika kamu membuka bengkel, kamu membantu orang yang kendaraannya bermasalah. Semua bisnis pada dasarnya adalah tentang membantu.”
Prinsip inilah yang ia pegang dalam membangun perusahaannya dan dalam membimbing pengusaha lain. Bagi Paulus, bisnis sejatinya adalah tentang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Setiap bisnis yang sukses pasti berawal dari niat menolong orang, baik melalui produk maupun layanan,” ungkapnya.
Filosofi ini ia warisi dari tokoh inspirasinya, John Calvin Maxwell, seorang ahli kepemimpinan global. Paulus terinspirasi dari sikap Maxwell yang terus belajar meskipun telah berada di puncak kesuksesan.
Harapan dan Target ke Depan
Ke depan, Paulus ingin terus mengembangkan Indonesia Pride Consulting agar dapat membantu lebih banyak pengusaha dalam membangun bisnis yang tangguh dan berdaya saing. Selain itu, ia juga terus berupaya berbagi ilmu tentang kepemimpinan dan bisnis kepada generasi muda, baik melalui mentoring, pelatihan, maupun berbagai proyek edukasi lainnya.
“Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dan dunia bisnis, membantu para pengusaha untuk membangun bisnis yang tahan lama, serta melatih generasi berikutnya untuk memiliki mindset yang benar dalam berwirausaha,” tutup Paulus.
Dengan visi jangka panjang yang berfokus pada keberlanjutan dan kontribusi sosial, Paulus Sulastri terus menjadi penggerak penting dalam dunia bisnis, mendorong lahirnya para pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi ekosistem bisnis Indonesia. (DID)
