YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Event tahunan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XX akan kembali digelar di Kota Yogyakarta pada 6-12 Februari 2025. Tahun lalu, pada 2024, jika PBTY sempat diselenggarakan di Hoo Hap Hwee atau Perkumpulan Budi Abadi, Bintaran Wetan, Yogyakarta, di tahun ini, PBTY kembali diselenggarakan di kampung Ketandan, Yogyakarta.
“Tahun lalu bersamaan dengan Pemilu, sehingga [PBTY] terpaksa diselenggarakan di tempat lain, menghindari kerumunan massa yang besar,” kata Ketua Umum Jogja Chinese Art And Culture Centre (JCACC) Tandean Harry Setio, Senin 3 Februari 2025.
Subekti Saputro Wijaya selaku Ketua Pelaksana PBTY XX menyampaikan, sesuai tradisi, sudah sejak puluhan tahun PBTY memang diselenggarakan di Kampung Ketandan. Pihaknya siap menggunakan Kampung Ketandan dan juga bekas kampus UPN untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan PBTY XX.
“Di sana akan ada stand bazar kuliner, panggung utama, rumah untuk pameran, pertunjukan wayang potehi, dan penggung hiburan di Teras Malioboro Ketandan,” ujarnya Senin (3/2/2025).
Dalam gelaran PBTY XX pada tahun ini total akan ada 138 UMKM yang terlibat. Panitia menurut dia telah bekerja keras untuk melakukan seleksi terhadap UMKM yang mendaftar untuk mengisi slot. Pihaknya tidak mempunyai target tertentu untuk perputaran uang.
“Kita sedang bernegosiasi minta dengan GL Zoo untuk menghadirkan ular-ular dalam kandang, sesuai dengan shio ular,” ujar dia.
Baca juga: Kampung Ketandan, Pusat Budaya Tionghoa di Yogyakarta
Ia mengungkapkan, tahun ini PBTY akan memberikan suguhan yang sangat menarik. Selain ragam kuliner, suguhan akulturasi seni budaya di Indonesia akan ditampilkan. Selain itu, keberadaan Teras Malioboro Baru yang ada di Kampung Ketandan juga akan menambah kemeriahan penyelenggaraan PBTY tahun ini. Ia optimistis gelaran tahun ini akan kembali meriah dan dikunjungi banyak orang.
“Untuk sampah kami sudah bekerja dengan Pemda, dengan DLH, untuk penyapuan sampah, dan juga dengan pihak ketiga untuk pembuangan sampah,” papar dia.
Baca juga: Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023, Digelar Luring, Banyak Atraksi Menarik
Pembukaan PBTY XX ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Kamis (6/2/2025). Pembukaan akan diawali dengan dengan festival dan karnaval dari Abu Bakar Ali hingga berakhir di titik 0 km.
Ketua Umum PBTY XX Antonius Simon menambahkan, penyelenggaraam PBTY tahun ini bersamaan dengan masuknya tahun ular. Secara simbolis, intinya, ular terkait keuletan dan ketekunan dalam berusaha.
“Harapannya walau prihatin, tapi kita tetap optimis,” ujar dia. (den)
