PALU, BERNAS.ID-Polemik atau perdebatan tentang penambangan ilegal (PETI) di Provinsi Sulawesi Tengah kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng kemudian menyoroti ketegasan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menanggapi laporan adanya penambangan ilegal.
LBH Sulteng juga meminta Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi kinerja Kapolda Sulteng.
Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Dr. Agus Nugroho melalui Kabid Humas Kombes Pol. Djoko Wienartono memerintahkan seluruh jajarannya untuk menertibkan aktivitas penambangan ilegal. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Kapolda dalam menanggapi masalah PETI.
“Saya kira komitmen Kapolda Sulteng sudah jelas, saat bicara di depan seluruh Pejabat Utama dan Kapolres, kegiatan ilegal seperti PETI harus ditertibkan,” kata Kabid Humas Polda Sulteng di Palu, Senin (3/2/2025)
Komitmen Kapolda, kata Djoko, juga terbukti selama 2024 sudah ada 11 kasus yang ditangani.
“Penanganan PETI di Sulteng perlu dilakukan secara komprehensif, karena di dalamnya ada masyarakat lokal dan pendatang yang jumlahnya tidak sedikit, bahkan ratusan hingga ribuan yang mencari nafkah dari kegiatan PETI,” jelas Kabid Humas.
Menurut Djoko, penertiban PETI tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum oleh Polri saja, tetapi perlu ada sinergitas antar berbagai instansi terkait.
“Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan oleh berbagai instansi,” katanya
Djoko juga mengatakan PETI di Desa Buranga, Kecamatan Kasimbar, Kab. Parigi Moutong merupakan salah satu contoh kasus yang hanya mengutamakan penegakan hukum, begitu pula di perbatasan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Namun pada kenyataannya, karena desakan ekonomi, masyarakat kembali melakukan penambangan dan hadirnya investor.
“Dalam melakukan penertiban tentunya juga diawali dengan kegiatan yang mengutamakan tindakan preemtif dan preventif agar tidak ada korban ketika penertiban dilakukan. Bisa saja ketika penegakan hukum dilakukan masyarakat akan menghadang dan melawan, semua itu sudah diperhitungkan dan tidak gegabah,” pungkasnya. (*Mt)
