JAKARTA, BERNAS.ID – Cooky T. Adhikara, Founder dan CEO CERVO ID, menegaskan bahwa pengusaha Indonesia perlu mengadopsi prinsip Ray Dalio untuk menghadapi gejolak ekonomi global. Dalio, pendiri Bridgewater Associates, telah membuktikan strategi bisnisnya dalam berbagai krisis, dari krisis keuangan 2008 hingga pandemi COVID-19.
Cooky menjelaskan bahwa dunia berada di fase akhir siklus ekonomi 80 tahun, yang ditandai oleh tiga ancaman utama: utang global yang membengkak, polarisasi kebijakan luar negeri, dan persaingan geopolitik. Ia juga menggarisbawahi lima faktor krisis menurut Dalio: utang, konflik internal, persaingan global, perubahan iklim, dan inovasi teknologi.
Baca Juga : Cooky T. Adhikara Dilantik sebagai Kepala Badan Vokasi dan Pelatihan KEIND Pusat
“Sebagai negara dengan ekonomi terbuka, Indonesia tidak bisa lepas dari dampak gejolak global. Kenaikan suku bunga The Fed 2022-2023, misalnya, membuat Rupiah melemah 9%, menekan sektor impor dan usaha kecil,” jelasnya.
Cooky memaparkan tujuh prinsip Dalio yang relevan bagi pelaku usaha Indonesia:
1. Alihkan Cash ke Aset Riil
Dalam lingkungan inflasi tinggi, aset riil seperti emas, properti, atau saham lebih menguntungkan dibanding uang tunai. “Sewa gudang logistik di Jawa Barat naik 15% karena booming e-commerce—ini peluang,” katanya.
2. Gunakan Data Akurat dalam Keputusan Bisnis
Konsep Radical Transparency menekankan analisis data mentah dan keputusan berbasis bukti, bukan tren media sosial. “Prioritaskan pendapat ahli, bukan sekadar opini viral,” ujar Cooky.
Baca Juga : Gabung ke BRICS Perkuat Indonesia di Panggung Ekonomi Global
3. Diversifikasi Pasar
Ketergantungan pada satu pasar berisiko tinggi. “Ekspor batubara ke China bisa terdampak perang dagang, tapi peluang nikel untuk baterai EV sangat besar,” katanya.
4. Belajar dari Kegagalan
“Kegagalan + refleksi = kemajuan,” kutipnya dari Dalio. Ia mencontohkan UMKM batik yang berhasil meningkatkan penjualan 40% setelah menerapkan strategi digital.
5. Optimalkan Rantai Pasok
Rantai pasok yang efisien bisa mengurangi risiko bisnis. “Startup yang bermitra dengan 5.000 petani lokal sukses menjaga stabilitas harga sayuran hingga 15%,” ujarnya.
6. Kolaborasi untuk Bertahan
“Gotong royong adalah kekuatan kita,” kata Cooky, merujuk pada kolaborasi Blue Bird dengan Gojek dan pengrajin perak Yogyakarta yang berhasil menembus pasar Prancis.
7. Inovasi Teknologi sebagai Senjata
“Perusahaan pasif akan tergerus, sementara yang memanfaatkan teknologi akan bertahan,” tegasnya.
Menutup pembicaraan, Cooky mengingatkan bahwa ekonomi bersifat siklus. “Pengusaha harus realistis, analitis, dan adaptif. Sudah siapkah kita menghadapi perubahan?” tanyanya. (DID)
