JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah memastikan seluruh jajaran siap mengamankan dan melancarkan rangkaian kegiatan Idulfitri 1446 H, termasuk arus mudik, malam takbiran, perayaan salat Idulfitri, hingga arus balik.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan menegaskan kesiapan ini setelah melakukan video conference dengan jajaran keamanan di seluruh Indonesia.
“Pemerintah melalui Kemenko Polkam, Kapolri, Panglima TNI, serta kementerian dan lembaga terkait telah melakukan pengecekan kesiapan pengamanan. Dari hasil pengecekan, seluruh jajaran telah siap dengan penggelaran personel, pos pelayanan terpadu, serta kesiapsiagaan satgas bencana,” ujar Budi Gunawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Minggu (30/3/2025) malam.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Daop 6 Yogyakarta Sudah Berangkatkan 112.385 Pelanggan KA
Fokus pengamanan meliputi lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, baik di masjid maupun lapangan terbuka, serta titik-titik keramaian pada malam takbiran. Selain itu, wilayah-wilayah rawan bencana turut menjadi perhatian, terutama daerah yang masih mengalami curah hujan tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.
“Atas nama pemerintah, kami memastikan bahwa seluruh jajaran siap menjalankan instruksi Presiden agar arus mudik, malam takbiran, perayaan Idulfitri, dan arus balik berjalan dengan aman dan kondusif,” tambahnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa malam takbiran digelar di 843 titik dengan melibatkan 555.589 orang. Sementara itu, esok harinya, sebanyak 78.506 masjid dan 38.394 tempat terbuka akan digunakan untuk salat Idulfitri. “Kami telah menyiapkan personel pengamanan untuk mengantisipasi berbagai kegiatan malam takbiran dan pelaksanaan salat Ied,” kata Kapolri.
Baca Juga : Kemenko Polkam Tinjau Arus Mudik di Jawa Timur
Kapolri juga mencatat bahwa dari total 2,1 juta pemudik yang diprediksi, masih tersisa 20 persen yang belum berangkat. Lonjakan arus balik diperkirakan akan terjadi pada 5-7 April 2025. “Kami tetap waspada dan menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way,” tambahnya.
Pemerintah juga mengimplementasikan berbagai kebijakan guna mengurangi kepadatan lalu lintas, termasuk diskon tarif tol dan tiket pesawat serta pembebasan tarif di beberapa ruas tol tertentu. “Rapat lebih lanjut akan dilakukan agar strategi ini berjalan optimal,” pungkas Listyo Sigit.
Hadir dalam kegiatan ini Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. (DID)
