BERNAS – Dalam dunia keamanan siber, penetration testing atau pengujian penetrasi merupakan metode penting untuk menilai seberapa kuat sistem mampu bertahan dari ancaman peretas. Pengujian ini tidak hanya membantu menemukan celah keamanan, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh tentang seberapa siap sistem dalam menghadapi serangan dunia nyata. Salah satu aspek penting dalam pengujian penetrasi adalah memahami perbedaan antara internal dan eksternal penetration testing.
Keduanya memiliki pendekatan, tujuan, dan dampak yang berbeda terhadap sistem yang diuji. Pemahaman mengenai hal ini penting, khususnya bagi pemula atau mahasiswa yang ingin membangun karier di bidang keamanan teknologi informasi. Terlebih lagi, saat ini banyak peluang kerja jarak jauh di bidang ini, seperti dijelaskan dalam artikel Ingin SPP Kuliah Gratis? Ini Strategi Kerja Remote di Universitas Mahakarya Asia, yang memungkinkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan sambil bekerja dalam bidang teknologi informasi.
Apa Itu Pengujian Penetrasi Internal?
Pengujian penetrasi internal dilakukan dari dalam jaringan organisasi. Artinya, penguji memiliki akses langsung ke sistem internal, seperti layaknya pegawai atau seseorang yang telah berhasil masuk ke jaringan lokal organisasi. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi ancaman yang dapat terjadi apabila seorang pengguna internal (baik disengaja maupun tidak disengaja) menyalahgunakan akses yang dimiliki.
Contoh penerapannya:
- Menguji apakah seorang staf biasa dapat mengakses data yang bersifat rahasia.
- Mendeteksi celah yang mungkin timbul akibat kesalahan konfigurasi di dalam jaringan internal.
Pengujian ini penting untuk meminimalkan risiko kebocoran data dari pihak internal, terutama pada lingkungan perusahaan besar atau lembaga yang menyimpan data sensitif.
Apa Itu Pengujian Penetrasi Eksternal?
Sebaliknya, pengujian penetrasi eksternal dilakukan dari luar jaringan organisasi, seperti halnya serangan yang dilakukan oleh peretas melalui jaringan internet. Fokus utama dari pengujian ini adalah mengevaluasi keamanan sistem yang dapat diakses secara publik, seperti situs web, peladen surat elektronik, atau aplikasi berbasis awan (cloud).
Contoh penerapannya:
- Menguji keamanan situs perusahaan dari serangan SQL injection atau cross-site scripting.
- Menilai apakah tembok api (firewall) dan sistem pertahanan lainnya cukup kuat untuk menahan serangan dari luar.
Pentingnya Pendidikan dan Sertifikasi di Bidang Keamanan Siber
Untuk memahami dan melaksanakan kedua jenis pengujian ini secara profesional, dibutuhkan pengetahuan yang mendalam. Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menyediakan 12 Program Studi Unggulan, termasuk program studi Teknologi Informasi yang sangat mendukung pengembangan karier di bidang keamanan siber.
Anda dapat mendaftar melalui situs resmi PMB Universitas Mahakarya Asia, atau langsung menghubungi administrator kampus melalui WhatsApp untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Selain program studi, UNMAHA juga menyediakan 24 Sertifikasi di Bidang Teknologi Informasi Terbaik yang diakui secara nasional maupun internasional. Beberapa sertifikasi penting yang direkomendasikan untuk calon penguji penetrasi antara lain:
- Certified Ethical Hacker (CEH) – ideal untuk memahami strategi peretas dan metode pertahanan.
- OSCP (Offensive Security Certified Professional) – sesuai bagi mereka yang ingin praktik langsung dalam simulasi serangan nyata.
- CompTIA Security+ – sebagai dasar pemahaman konsep keamanan informasi secara menyeluruh.
Dengan memiliki sertifikasi, Anda tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperluas peluang karier baik secara lokal maupun global.
Baca Juga: Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pengujian Aplikasi
Rekomendasi Usaha Tambahan: Menjadi Reseller Laptop di Adolo
Selain menempuh pendidikan dan mengembangkan karier di bidang keamanan siber, Anda juga dapat memulai usaha mandiri sebagai reseller laptop. Platform Adolo memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi penjual ulang perangkat laptop dengan sistem yang sederhana, produk bermutu tinggi, serta keuntungan yang bersaing.
Jenis usaha ini sangat cocok bagi mahasiswa teknologi informasi, teknisi, atau pekerja lepas yang telah terbiasa menggunakan teknologi. Selain menambah penghasilan, usaha ini juga membantu memperluas jaringan dan pemahaman terhadap perangkat keras yang umum digunakan dalam dunia TI.
Kesimpulannya, baik internal dan eksternal penetration testing memiliki peran strategis dalam membangun sistem keamanan yang tangguh. Pemahaman terhadap perbedaannya sangat penting untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam setiap situasi.***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
