BERNAS – Menjadi seorang data engineer kini semakin diminati, terutama karena peran pentingnya dalam pengelolaan data skala besar. Tapi, banyak pemula bingung harus mulai dari mana dan tool apa saja yang cocok untuk dipelajari. Memahami contoh tool data engineer sejak awal bisa mempercepat proses belajar dan mempermudah adaptasi dengan dunia kerja nyata.
Dalam artikel ini, kamu akan dikenalkan pada 5 contoh tool data engineer yang paling populer dan ramah untuk pemula. Selain itu, kamu juga akan menemukan beberapa rekomendasi program belajar dan sertifikasi yang mendukung perjalanan kariermu.
Contoh Tool Dasar yang Wajib Dikuasai Data Engineer
Agar kamu tidak bingung, berikut adalah beberapa contoh tool data engineer yang umum digunakan dalam industri dan cukup ramah bagi pemula.
1. Apache Hadoop
Apache Hadoop adalah framework open source yang memungkinkan kamu memproses data besar secara terdistribusi. Cocok untuk kamu yang baru masuk ke dunia big data.
Menariknya, bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam soal infrastruktur data seperti Hadoop, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menyediakan Sertifikasi IT yang berfokus pada keterampilan teknis seperti pengolahan data, cloud computing, dan database. Sertifikasi ini dapat memperkuat portofoliomu di dunia kerja.
2. Apache Airflow
Apache Airflow sering digunakan untuk membuat, menjadwalkan, dan memantau alur kerja data. Interface-nya bersih dan dokumentasinya lengkap cocok banget untuk kamu yang suka struktur kerja yang teratur.
Kalau kamu berasal dari latar belakang non-teknik, kamu tetap bisa belajar tool ini dengan bergabung di program studi Sistem Informasi UNMAHA. Dengan akreditasi yang solid dan kurikulum yang mendukung tren industri, kamu bisa belajar sambil praktik langsung.
3. SQL (Structured Query Language)
SQL adalah bahasa dasar yang harus dikuasai oleh semua data engineer. Hampir semua pekerjaan data pasti bersentuhan dengan SQL.
Buat kamu yang sedang mencari jalur kuliah sambil menekan biaya, ada kabar baik! UNMAHA menyediakan Beasiswa PBL, di mana kamu bisa kuliah gratis sambil kerja remote. Strategi ini ideal banget buat kamu yang ingin mandiri secara finansial.
Baca juga: Mengenal Profesi Data Engineer, Tugas dan Tanggung Jawabnya
4. dbt (data build tool)
dbt digunakan untuk transformasi data di dalam data warehouse menggunakan SQL. Tool ini membuat pipeline data lebih mudah dibaca, dirawat, dan diaudit.
Buat kamu yang ingin meningkatkan kredibilitas profesional, UNMAHA juga menyediakan Sertifikasi SDM Digital. Sertifikasi ini cocok untuk yang ingin menggabungkan manajemen dan teknologi dalam satu jalur karier.
5. Talend
Talend adalah platform ETL (Extract, Transform, Load) yang powerful dan sering digunakan di industri besar. Tampilannya user friendly, jadi cocok juga buat kamu yang baru belajar ETL.
Kalau kamu tertarik mempercepat karier sebagai data engineer dan belum punya tempat kuliah, UNMAHA membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara online. Kamu bisa langsung daftar lewat website resmi mereka. Klik PMB UNMAHA untuk mendaftar.
Memulai karier sebagai data engineer memang menantang, tapi dengan memilih tool yang tepat, proses belajarmu bisa jauh lebih efisien. Kamu sudah mengenal lima contoh tool data engineer yang cocok untuk pemula mulai dari Apache Hadoop hingga Talend. Setiap tool menawarkan fungsi unik yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan minatmu.
Dan jika kamu ingin mendapatkan dukungan belajar yang terstruktur, jangan ragu untuk mempertimbangkan UNMAHA sebagai pilihan kuliahmu. Dengan sertifikasi berstandar industri, program studi unggulan, serta beasiswa dan jalur PMB yang fleksibel, kamu bisa mulai membangun masa depanmu dari sekarang.
Jika ada pertanyaan seputar kuliah atau sertifikasi di UNMAHA, kamu bisa langsung hubungi Admin melalui WhatsApp.***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
