SLEMAN, BERNAS.ID- Yayasan Rumpun Nurani dan Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya kesadaran kesehatan mental di tengah masyarakat. Kampanye ini menjadi penting karena berdasarkan data secara nasional, terdapat 15,5 juta anak memiliki gangguan mental di Indonesia.
Program Berlayar atau bercerita melalui layar menjadi salah satu cara untuk menciptakan ekosistem sekolah berbasis mental. Melalui menonton film, para peserta diajak untuk berani bercerita dan berbicara melalui dialog bermakna.
Salah satunya, para peserta menonton film pendek berjudul Serenada, film pendek berdurasi 30 menit di Ruang Audio Visual FEB UGM, Jumat sore (25/4). Film ini bercerita tentang hubungan antara Ayah dan Anak Laki-lakinya yang tidak selalu menemukan kata sepakat.
Baca Juga Paslon Harda-Danang Akan Libatkan Anak Muda Garap Pariwisata
Rennta Chrisdiana, selaku Project Leader mengatakan Program Berlayar ingin membuka cara pandang generasi muda untuk peduli terhadap diri sendiri, kemudian peduli kepada keluarga, dan orang lain di masyarakat. Untuk itu, Program Berlayar mengusung tagline Connect to Care.
“Kenapa memilih film karena menjadi media yang paling mudah dipahami. Saat ini sudah terlalu kompleks kalau diajak untuk berpikir yang terlalu akademis,” tutur Rennta kepada awak media.
Lanjut tambahnya, setelah menonton film, para peserta pun diajak melakukan refleksi untuk memberikan testimoni. Sejumlah peserta pun sampai meneteskan air mata ketika mengaitkan kisah di film pendek dengan pengalamannya bersama sosok ayah.
Rara, mahasiswa UGM menyambut baik Program Berlayar karena merasa lega dapat mengungkapkan apa yang selama ini dipendam dalam dada. Ia pun mengaku menjadi lebih sadar tentang kesehatan mental sehingga bisa menjadi bekal ketika nanti menjadi orangtua.
Nurohma Isnaini, selaku fasilitator Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia mengatakan Program Berlayar bertujuan agar seseorang menjadi lebih peka terhadap sekitar dan orang lain.
“Ketika sudah terkoneksi dengan diri sendiri, nantinya akan mampu peduli dengan orang lain. Harapannya program ini akan meningkatkan kesehatan mental bagi generasi muda,” tukasnya.
Program Berlayar ini sebelumnya pernah digelar di sejumlah sekolah di Jakarta dan Palangkaraya. Rencananya, ke depan akan menyasar Indonesia bagian timur. (jat)
