BERNAS – Kalau kamu sedang merencanakan studi atau ingin bekerja di Jepang, satu pertanyaan yang pasti terlintas adalah: apakah biaya hidup di Jepang mahal? Ini adalah pertanyaan yang wajar, karena Jepang dikenal sebagai negara maju dengan standar hidup yang cukup tinggi.
Namun, sebenarnya biaya hidup di Jepang bisa disesuaikan dengan gaya hidup kamu sendiri. Ada cara-cara cerdas agar pengeluaran tetap terkontrol, meskipun tinggal di kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Yuk, kita bahas lebih dalam supaya kamu punya gambaran yang realistis!
Gambaran Umum Biaya Hidup di Jepang
Sebelum membahas secara rinci, penting untuk kamu ketahui bahwa biaya hidup di Jepang bisa berbeda tergantung kota, kebutuhan, dan gaya hidup kamu.
Secara umum, kota besar seperti Tokyo dan Yokohama memang punya biaya lebih tinggi dibandingkan kota kecil seperti Fukuoka atau Sapporo. Tapi tenang, semua bisa disiasati asal kamu pintar dalam mengatur keuangan.
1. Tempat Tinggal
Tempat tinggal adalah komponen paling besar dalam pengeluaran bulanan di Jepang.
-
Di Tokyo, biaya sewa apartemen satu kamar (1K) bisa mencapai ¥70.000 – ¥100.000 per bulan.
-
Di kota kecil, kamu bisa menemukan yang lebih murah, sekitar ¥30.000 – ¥50.000.
Biasanya apartemen belum termasuk biaya listrik, gas, dan air yang totalnya bisa sekitar ¥10.000 – ¥15.000 per bulan. Saran terbaik: cari apartemen bersama teman untuk berbagi biaya!
2. Makanan Sehari-hari
Kalau kamu suka masak sendiri, kamu bisa hemat banyak.
-
Belanja bahan makanan di supermarket lokal bisa hanya ¥15.000 – ¥25.000 per bulan.
-
Tapi kalau kamu sering makan di luar, siap-siap keluar budget lebih, karena sekali makan bisa mencapai ¥700 – ¥1.200.
Untungnya, Jepang punya banyak toko 100 yen (setara Rp10.000-an) yang jual bahan makanan murah dan cukup berkualitas.
3. Transportasi Umum
Jaringan transportasi Jepang sangat efisien, tapi juga tidak murah.
-
Biaya kereta bisa sekitar ¥10.000 – ¥15.000 per bulan tergantung jarak.
-
Kamu bisa membeli kartu langganan (commuter pass) untuk menghemat biaya harian.
Kalau tinggal dekat kampus atau tempat kerja, kamu bisa jalan kaki atau naik sepeda agar lebih hemat.
4. Kebutuhan Pribadi dan Hiburan
Biaya kebutuhan pribadi seperti sabun, shampoo, dan perlengkapan mandi lainnya bisa sekitar ¥3.000 – ¥5.000 per bulan. Kalau kamu suka nongkrong atau nonton bioskop, siapkan budget tambahan karena tiket bioskop di Jepang bisa mencapai ¥1.800 sekali nonton. Tapi ada juga diskon untuk pelajar!
5. Asuransi dan Kesehatan
Semua penduduk di Jepang wajib memiliki asuransi kesehatan nasional.
-
Biasanya, asuransi untuk pelajar asing sekitar ¥2.000 – ¥3.000 per bulan.
-
Biaya ini penting untuk keamanan kamu saat tinggal di luar negeri.
Selain itu, layanan kesehatan di Jepang sangat bagus dan profesional. Jadi, kamu tidak perlu khawatir soal kualitasnya.
Baca Juga: Cara Belajar Bahasa Jepang dari Nol Tanpa Bingung!
Tips Hemat Hidup di Jepang
Setelah mengetahui bahwa biaya hidup di Jepang memang bisa mahal, kini saatnya kamu tahu beberapa trik agar tetap hemat:
1. Belanja di Toko Diskon
Toko seperti Daiso, Don Quijote, dan supermarket diskon bisa jadi penyelamat dompet kamu. Kamu bisa menemukan makanan, perlengkapan rumah, hingga kebutuhan harian dengan harga yang lebih terjangkau.
2. Manfaatkan Diskon Makanan
Banyak supermarket memberikan diskon hingga 50% untuk makanan siap saji menjelang malam. Jadi, kalau kamu datang sekitar pukul 7 malam ke atas, kamu bisa beli makan malam enak dengan harga miring.
3. Cari Pekerjaan Paruh Waktu
Sebagai pelajar asing, kamu bisa bekerja part-time hingga 28 jam per minggu. Gajinya cukup untuk menutupi kebutuhan hidup. Pilihan kerjanya juga banyak, mulai dari restoran, pengajar bahasa, sampai penjaga toko.
4. Gunakan Wi-Fi Gratis
Hemat kuota internet dengan memanfaatkan Wi-Fi gratis di stasiun, kampus, atau kafe. Beberapa apartemen juga menyediakan Wi-Fi gratis, jadi pastikan kamu bertanya saat menyewa tempat tinggal.
5. Masak Sendiri
Meskipun banyak makanan lezat di Jepang, memasak sendiri jelas lebih hemat. Kamu juga bisa eksplor resep Jepang yang sederhana dan sehat. Sekalian belajar budaya lokal, kan?
Apakah Biaya Hidup di Jepang Mahal untuk Pelajar?
Jawabannya ialah tergantung gaya hidup kamu. Tapi dengan perencanaan yang tepat dan kebiasaan hemat, biaya hidup di Jepang bisa sangat terjangkau, bahkan untuk pelajar. Kalau kamu ingin kuliah di luar negeri tapi tetap ingin hemat dan punya karier global, kamu bisa mulai dari sekarang.
Daripada bingung memilih universitas, kamu bisa daftar ke Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) yang punya program studi unggulan dan siap mencetak lulusan siap kerja, bahkan sampai ke luar negeri. Kalau kamu masih bingung, langsung saja hubungi admin UNMAHA di WhatsApp dan dapatkan informasi lengkapnya!
Biaya hidup di Jepang memang bisa terasa mahal, terutama jika kamu tinggal di kota besar dan tidak mengatur keuangan dengan baik. Namun, dengan strategi hemat seperti memasak sendiri, tinggal di kota kecil, dan memanfaatkan diskon, kamu tetap bisa hidup nyaman.
Dan kalau kamu sedang mencari kampus yang membuka peluang internasional dengan biaya terjangkau di dalam negeri, UNMAHA bisa jadi pilihan tepat. Yuk, daftar sekarang juga di PMB UNMAHA dan mulai perjalanan akademik kamu yang penuh peluang!***
Editor: Tiyo Andusti
