JAKARTA, BERNAS.ID – Rektor Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), Tri Atmodjowati, menekankan pentingnya memahami generasi Z dalam strategi pengembangan bisnis. Ia menyampaikan bahwa 40 persen pasar saat ini didominasi oleh generasi muda yang dikenal sebagai Gen Z.
Hal itu dikatakan Tri dalam seminar bertema “From Data to Vibes: How AI & Analytics Make Your Business Rewarding to Gen Z” yang digelar dalam Pameran Franchise and License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2025 di JICC, Jumat (16/5/2025).
Baca Juga : Pahami Gen Z Lewat Data dan Vibes, Kunci Bertahan di Pasar Masa Kini
“Kalau kita tidak mengenal Gen Z, maka kuenya tidak akan dapat,” kata Tri, mengibaratkan potensi pasar yang akan hilang bila pelaku usaha tak mampu menyentuh cara pikir dan perilaku mereka.
Menurut Tri, Gen Z adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi dan mengandalkan gadget untuk hampir semua aktivitas, termasuk mengambil keputusan dalam membeli produk. “Mereka itu digital native. Bahkan ketika saya mengajar, mahasiswa saya ngecek omongan dosennya pakai HP,” ujarnya.
Baca Juga :UNMAHA dan PT Achiera Global Utama Jalin Kerjasama Strategis, Siapkan Lulusan Siap Industri
Ia juga menyebut bahwa Gen Z cenderung lebih selektif, pragmatis, dan mengedepankan fungsi. “Biarpun punya uang, mereka tetap cari harga sesuai dengan kualitas. Tidak asal beli mahal seperti milenial dulu,” katanya, menanggapi pernyataan salah satu mahasiswa yang hadir.
Tri juga menyoroti peran media sosial sebagai alat pengambil keputusan serta pentingnya inovasi dalam produk. Ia mencontohkan merek lokal seperti Mikangan yang menciptakan mie berwarna hijau sebagai bentuk inovasi untuk menarik perhatian pasar Gen Z. (DID)
