SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mewisuda 577 lulusan dari lima fakultas pada Hari Kedua Wisuda Periode III Tahun Ajaran 2024/2025 di Gedung Multipurpose, Rabu (28/5). Kegiatan akademik Sidang Senat Terbuka dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Kamsi.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Noorhaidi Hasan, dalam pidato akademiknya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh wisudawan atas perjuangan yang telah dilalui. “Pencapaian ini harus disyukuri dan dirayakan. Temui mereka yang telah membersamai Anda, rayakan bersama orang-orang tercinta. Karena untuk bisa menyelesaikan studi ini bukanlah perjalanan yang mudah. Di dalamnya ada keringat, tangis, doa, dan pengharapan,” ungkap Rektor.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Rektor juga menyebut wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan baru di tengah dunia yang terus berubah. “Dunia telah mengalami disrupsi, banyak pekerjaan yang hilang, namun juga muncul peluang baru. Anda telah dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, kepribadian tangguh, dan kompetensi kepemimpinan. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah aktor perubahan,” katanya.
Dalam momentum ini, Rektor turut menyoroti peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi sebagai bentuk keberhasilan pembangunan sosial-budaya Indonesia yang ia saksikan dalam gelaran wisuda 2 hari ini. “Dari 18 wisudawan terbaik tercepat, 13 di antaranya adalah perempuan. Ini adalah kemajuan luar biasa.” jelasnya.
Tidak hanya itu, dari total 1.200 wisudawan selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 708 orang atau 59 persen adalah perempuan, sedangkan laki-laki berjumlah 492 orang atau 41 persen. “Hari ini kita melihat perubahan besar. Ini adalah keberhasilan pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan bangsa kita,” tegas Rektor.
Kisah inspiratif juga disampaikan oleh Rektor tentang salah satu wisudawan yang menjadi korban tsunami Aceh tahun 2004, Nashrullah dari Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. “Ditinggal kedua orangtuanya, ia berjualan dan mencari nafkah sendiri untuk bisa menuntaskan studi. Hari ini, ia berdiri dengan gagah mengenakan toga kebesaran. Ini bukan sekadar pencapaian akademik, ini tentang perjuangan,” ucap bangga Rektor.
Mengakhiri sambutan, Rektor kembali mengingatkan para wisudawan bahwa mereka kini telah menjadi bagian dari keluarga besar UIN Sunan Kalijaga. “Jangan pernah lupa. Di balik kesuksesan kalian, ada orangtua yang berjuang dengan kerja keras yang luar biasa. Teruslah menjadi pribadi yang membanggakan,” kata pesan Rektor.
Sementara itu, Fanesa Oktavia, wisudawan terbaik yang dipercaya mewakili seluruh wisudawan dalam menyampaikan pidato, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. “Hari ini adalah momen bersejarah yang kami nantikan, bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi orangtua kami yang telah melewati perjalanan panjang hingga kami sampai di tahap ini,” tuturnya.
Fanesa juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dosen dan tenaga pendidik yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka. “Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan, tapi juga nilai kehidupan, bertahan dalam kesulitan, menghargai sesama, dan peduli terhadap masyarakat. Semua ini membentuk kami menjadi pribadi yang tangguh,” katanya.
Dengan tuntasnya seremonial akademik ini, UIN Sunan Kalijaga percaya lulusannya mampu menjadi perpanjangan tangan kampus dalam membumikan ilmu pengetahuan, berkontribusi nyata bagi kemanusiaan, menyemai kepedulian sosial, serta mengemban misi empowering knowledge, shaping the future. Para wisudawan diharapkan tampil sebagai aktor perubahan yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing di berbagai level kehidupan masyarakat. (*)
