YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2025 resmi digelar, Selasa (10/6). Sebagai salah satu tuan rumah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menunjukkan kapasitas dan komitmennya dalam menyelenggarakan seleksi nasional berbasis digital secara tertib, profesional, dan berintegritas.
Menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang sepenuhnya digital, ujian ini akan berlangsung selama dua hari, hingga Rabu (11/6). Sebanyak 2.179 peserta mengikuti seleksi di kampus UIN Sunan Kalijaga, menjadikan kampus ini sebagai salah satu titik strategis pelaksanaan UM-PTKIN 2025 secara nasional.
Baca Juga Paslon Harda-Danang Akan Libatkan Anak Muda Garap Pariwisata
Sejak pagi hari, suasana di Gedung Admisi UIN Sunan Kalijaga sudah tampak sibuk. Rektor Prof. Noorhaidi Hasan bersama jajaran pimpinan kampus mengikuti pembukaan UM-PTKIN secara daring yang dipusatkan dari UIN Raden Fattah Palembang. Pembukaan nasional ini diikuti oleh seluruh PTKIN se-Indonesia dan menandai dimulainya proses seleksi yang dinanti ribuan calon mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia PMB Nasional PTKIN, Prof. Masnun, menegaskan bahwa UM-PTKIN tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi sistem dan kualitas pelaksanaan. Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menyampaikan bahwa seleksi ini bertujuan tidak hanya menjaring calon mahasiswa unggul, tetapi juga yang berkarakter dan menjunjung tinggi integritas.
Usai pembukaan, Rektor dan jajaran langsung meninjau beberapa ruang ujian di dalam kampus. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjamin kualitas dan transparansi seleksi,” tegas Prof. Noorhaidi.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istginingsih, menekankan pentingnya proses seleksi sebagai pondasi awal pendidikan tinggi. “Jika awalnya baik, maka proses selanjutnya akan jauh lebih mudah terjaga. Kualitas seleksi ini menentukan arah akademik ke depan,” jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Admisi, Handini, M.I.Kom. Menurutnya, seluruh aspek, baik teknis maupun non-teknis, telah dipersiapkan dengan matang. “Sebanyak 13.958 pendaftar di UM-PTKIN tahun ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap UIN Sunan Kalijaga. Kami menyambut mereka dengan semangat dan kesiapan penuh,” ujarnya.
Sebanyak 20 ruang ujian telah disiapkan, tersebar di berbagai fakultas dan gedung strategis. Ujian didukung 400 komputer utama dan 20 cadangan, dengan sistem pengawasan ketat di setiap ruang. Dua pengawas ditempatkan di tiap ruang, satu untuk pengawasan ruangan dan satu lagi untuk pengawasan IT.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Demi menjaga keamanan dan ketertiban, UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan POLDA DIY dan Polsek Depok Barat. Tim medis juga disiagakan lengkap dengan dokter, perawat, ambulans, dan petugas P3K.
Sebagai catatan membanggakan, UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ketiga nasional sebagai PTKIN dengan jumlah pendaftar terbanyak. Tiga program studi paling diminati adalah Pendidikan Agama Islam (1.473 pendaftar), Ekonomi Syariah (1.246), dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (1.136).
Hari pertama UM-PTKIN 2025 di UIN Sunan Kalijaga ditutup dengan lancar. Semua sesi berlangsung tepat waktu dan tanpa hambatan berarti, sebuah bukti nyata bahwa UIN Sunan Kalijaga siap menyambut masa depan pendidikan tinggi dengan integritas dan profesionalisme.
Adapun pengumuman hasil seleksi UM-PTKIN 2025 dijadwalkan pada 30 Juni 2025 melalui laman resmi: https://uin-suka.ac.id/. (*)
