JAKARTA, BERNAS.ID – PAM Jaya sukses menggelar khitanan massal gratis di enam wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, dengan total 1.293 anak dikhitan. Program ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-498 Jakarta sekaligus mengantarkan PAM Jaya meraih Rekor MURI untuk kategori “Khitan dengan Metode Klem secara Seri dengan Jumlah Peserta Terbanyak.”
Khitan massal digelar sejak 16 Juni hingga 22 Juni 2025 di sejumlah RPTRA di Jakarta Timur, Selatan, Utara, Barat, Pusat, dan Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah Mahdian Klem, tanpa jahitan dan minim pendarahan, sehingga anak-anak bisa cepat pulih dan kembali beraktivitas.
Baca Juga : BSI Maslahat dan BSI Selenggarakan Khitanan Massal Untuk 50 Orang di Jakarta
Setiap peserta menerima celana khitan, uang tunai Rp250.000, kaos, tumbler, snack, dan makan siang.
Ketua Daya Wanita PAM Jaya, Lya Arief, menyatakan, “Kami ingin menunjukkan bahwa PAM Jaya hadir bukan hanya sebagai penyedia air bersih, tapi juga mitra sosial warga Jakarta.”
Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Ini bukti nyata kolaborasi BUMD dan masyarakat dalam memberi dampak besar bagi generasi masa depan,” ujarnya.
Baca Juga : Delapan Periode Menjadi Legislatif, Yod Mintaraga Raih Rekor MURI
Selain pelayanan sosial, PAM Jaya juga terus memperluas jaringan air perpipaan. Lokasi penutup khitanan di RPTRA Borobudur, Jakarta Pusat, kini mendapatkan suplai dari IPA Pejompongan 1 dan akan diperkuat dari sumber Jatiluhur, berpotensi menambah 3.000 sambungan rumah baru.
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan pentingnya migrasi dari air tanah ke air perpipaan. “Air tanah Jakarta sudah tercemar dan bisa merusak struktur tanah. Air PAM Jaya hanya Rp1 per liter—lebih sehat, lebih hemat,” ujarnya.
Air perpipaan PAM Jaya diproduksi sesuai standar Kemenkes, dan meski belum layak konsumsi langsung, sangat aman untuk kebutuhan sehari-hari. (DID)
