BANDUNG, BERNAS.ID – Wagub dan Sekda Jabar tengah bersiteru. Keduanya kemudian diperintahkan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar. Apa maksud dari KDM ya!
Rapat Paripurna membahas 4 hal, pertama laporan badang anggaran, kedua persetujuan terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jabar TA 224.
Ketiga soal penandatanganan persetujuan bersama dan terakhir pendapat akhir gubernur.
Sekda Jabar Herman Suryatman datang lebih dahulu dan ia pun mendatangi ruang kerja Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa karena rapat paripurna belum dimulai.
Beberapa saat kemudian, Wagub Jabar Erwan Setiawan juga tiba di Gedung DPRD Jabar. Seperti Sekda Herman ia juga diarahkan terlebih dahulu ke ruang kerja Ketua DPRD Jabar.
Alhasil saat masuk ke ruang Buky Wibawa, Sekda Herman dan Wagub Erwan saling berjabat tangan berpelukan dan cipika cipiki ala La Bise Prancis. Di ruang tersebut juga sudah hadir Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara.
BACA JUGA : Harga Gas Melon Naik, Bisa Naik Lagi Nggak Ya! Ini Jawabannya
Belum ada keterangan resmi, baik dari Wagub Erwan maupun Sekda Herman terkait konflik antara keduanya.
Hingga saat ini, keduanya tengah mengikuti rapat paripurna DPRD Jabar.
Pantauan, Konflik antara Wagub Erwan dan Sekda Herman sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Sampai akhirnya muncul ke publik saat Erwan Setiawan menghadiri rapat paripurna Kamis 19 Juni 2025 lalu.
Saat itu, anggota DPRD meminta Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Jabar menjelaskan tentang utang Provinsi Jabar kepada BPJS yang nilainya mencapai Rp 300 miliar.
Wagub Erwan yang saat itu hadir seorang diri menyamaikan jika masalah itu akan disampaikan oleh Sekda, karena terjadi pada tahun anggaran 2024.
“Karena saya dengan Gubernur tahun 2024 belum menjabat, supaya lebih real, tadi yang disampaikan oleh yang terhormat juga dari fraksi PDIP,” ujar Erwan.
BACA JUGA : Dualisme Kepemimpinan End, DMK : Kadin Jabar, Dipimpin Karateker Agung Suryamal
Selain itu, Wagub Erwan juga meminta, anggota DPRD untuk menanyakan perihal kehadiran Sekda Herman. Sebab, menurutnya selama Paripurna Sekda Jabar dianggap tidak pernah hadir.
“Dan juga sekalian tanyakeun (tanyain), kamana wae (kemana saja) Sekda. Selama saya paripurna mewakili Pak Gubernur, belum pernah saudara Sekda hadir dan sekarang pun di kantor gak pernah ada. Coba tanyakan yang terhormat anggota DRPD, terima kasih,” katanya.
Senin 30 Juni 2025, saat Persib mengembalikan uang rogoh kocek ASN untuk bonus pemain Persib yang menjadi juara 1 Liga 1 Indonesia, Wagub Erwan juga memberikan komentar menohok. Terlebih
Komentar diutarakan karena bonus hasil rogoh kocek ASN itu nilainya tidak sesuai yang dijanjikan Gubernur. Janji Rp1 Miliar hanya diberikan Rp365 juta. Yang menyerahkan uang itu Sekda Herman.(ARIS)
