SLEMAN, BERNAS.ID- Klinik Pratama Adera
berkomitmen untuk terus menekan jumlah angka kasus kanker serviks di Yogyakarta. Tak hanya melayani vaksinasi internasional, kini juga telah dibuka layanan vaksinasi HPV kepada masyarakat. Imunisasi ini penting dilakukan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV).
Diketahui, saat ini, kasus kanker serviks di Indonesia memiliki angka prevalensi tertinggi di ASEAN. Untuk itu, klinik yang berada di Jalan PJKA, Jaban, Tridadi, Sleman ini memberikan paket vaksinasi HPV dengan harga terjangkau.
Baca Juga Sri Sultan Terima 120 Manuskrip Jawa Kuno Digital Dari Inggris
Di awal pembukaan layanan vaksinasi HPV, masyarakat hanya perlu membayar seharga 1 kali dosis suntik vaksin HPV saja untuk mendapatkan satu paket penuh vaksinasi HPV yang biasanya berisi tiga kali suntik dosis vaksinasi HPV. Saat ini, rata-rata ongkos satu kali suntik dosis vaksinasi HPV seharga Rp1,3 juta- Rp1,5 juta.
Pendiri sekaligus Dokter Penanggung Jawab, Klinik Pratama Adera, dr Raudi Akmal mengucapkan terima kasih kepada Biofarma atas dukungan penyediaan vaksin HPV dengan harga terjangkau. “Ini mewujudkan Klinik Adera sebagai fasilitas kesehatan yang memiliki perhatian terhadap pencegahan kanker serviks melalui imunisasi,” tuturnya kepada awak media, Selasa (1/7).
Ia menekankan pentingnya vaksinasi HPV karena sering muncul pada masa-masa produktif perempuan yang berusia 45 tahun. Untuk itu, vaksinasi HPV menjadi perlu dilakukan karena dengan tiga kali suntik dosis vaksinasi HPV, efektivitasnya dapat bertahan hingga 10 tahun.
“Sampai saat ini sudah tercatat hampir 200 pasien yang telah mendaftar. Berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan Jawa Timur, ” kata dr Raudi.
Untuk penyebabnya, seringkali kanker serviks dipicu dari gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi junkfood dan berhubungan seks bergonta-ganti pasangan.
Sementara itu, Ika Yudha Setyowati, Area Manager PT Bio Farma (persero) DIY-JATENG selatan mengatakan dukungan kepada Klinik Adera karena menjadi klinik yang mempunyai visi dan misi tentang eliminasi kanker serviks. Di sisi lain, sebagai bentuk kepedulian karena DIY sendiri menjadi daerah dengan kasus kanker serviks terbanyak nomor dua setelah Jawa Timur.
“Untuk itu kita menangkap peluang tersebut sebagai bagian dari menyukseskan Program Pemerintah untuk eliminasi kasus kanker serviks,” tukasnya. (jat)
