Palu, Bernas.id — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan memperketat pengawasan dan pembinaan di madrasah. Langkah ini diambil setelah mencuat kasus perundungan yang melibatkan siswa, sekaligus untuk menguatkan fungsi madrasah sebagai pusat pendidikan berkarakter.
Plt Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa kepala madrasah memiliki peran vital bukan hanya pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembinaan akhlakul karimah peserta didik.
“Keunggulan madrasah ada pada pengamalan nilai agama dan pembinaan akhlak. Jika pengawasan lemah, madrasah akan kehilangan ciri khasnya dan sama saja dengan sekolah umum,” tegas Muchlis, Rabu (17/9).
Ia menambahkan, Kemenag akan melakukan evaluasi menyeluruh dan siap memberi teguran berjenjang kepada madrasah yang abai terhadap fungsi pembinaan. Pengawasan internal, menurutnya, wajib dijalankan setiap kepala madrasah sebagai garda terdepan.
Selain aspek akhlak, Muchlis juga menyoroti pentingnya kesehatan siswa. Program prioritas pemeriksaan kesehatan gratis di madrasah dan pesantren yang bekerja sama dengan puskesmas tetap digencarkan sebagai upaya menjaga kualitas peserta didik.
“Pembinaan, pengawasan, dan kesehatan harus berjalan seimbang agar madrasah mampu mencetak generasi emas Indonesia 2045 yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya.
