JAKARTA, BERNAS.ID – Desakan agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengevaluasi jajaran Direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) semakin menguat, menyusul rangkaian insiden kecelakaan yang kembali menimpa armada bus milik BUMD tersebut.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menilai Gubernur harus mengambil langkah tegas dan tidak hanya berhenti pada permintaan maaf dari manajemen.
“Harus ada evaluasi terhadap para petinggi Transjakarta. Pertanyaannya sekarang, berani atau tidak Gubernur melakukan evaluasi itu?” tegas Trubus dalam keterangannya dikutip Senin, (20/10/2025).
Ia menekankan, besarnya subsidi yang digelontorkan Pemprov DKI untuk Transjakarta menuntut tanggung jawab penuh dalam memastikan keselamatan penumpang dan keandalan armada.
Baca Juga : Kebakaran Bus Transjakarta Dinilai Janggal, MTI Minta Audit Perawatan Armada
Trubus juga mengingatkan bahwa Pergub DKI Nomor 2 Tahun 2024 secara jelas mewajibkan perawatan berkala kendaraan operasional.
“Kalau sampai terjadi kecelakaan akibat kelalaian, berarti ada SOP yang dilanggar. Itu bentuk ketidakpatuhan manajemen,” ujarnya.
Senada, Pengamat Kebijakan Publik Kajian Politik Nasional Adib Miftahul menilai Pemprov DKI tidak boleh abai terhadap kepuasan dan keselamatan publik.
“Publik adalah bos. Pemerintah wajib menjamin transportasi yang aman, bersih, dan berkualitas,” kata Adib.
Ia menilai Transjakarta adalah layanan publik berisiko tinggi sehingga harus dikelola dengan standar profesional. Adib juga mendorong agar dilakukan audit independen dua kali setahun untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas operasional.
Baca Juga : Pasca Bus Tabrak Ruko di Cakung, Afni Soroti Lemahnya Pengawasan TransJakarta
“Jika direksi tidak mau mundur secara gentleman, sebaiknya diganti. Dewan komisaris juga harus menjalankan fungsi pengawasan secara serius,” ujarnya tajam.
Sebelumnya, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan bus Royaltrans TJ 545.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Bus selesai pelayanan dan sedang menuju depo,” kata Ayu dalam keterangan tertulis.
Ayu menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk investigasi mendalam dan berjanji akan melakukan langkah korektif terhadap seluruh armada.
“Komitmen kami memastikan layanan Royaltrans tetap aman, andal, dan transparan,” tandasnya.
Namun, bagi publik, janji perbaikan tak lagi cukup. Deretan kecelakaan yang berulang telah menjadi alarm keras bagi Gubernur Pramono untuk turun tangan langsung, menegakkan akuntabilitas, dan mengembalikan kepercayaan warga terhadap transportasi publik ibu kota. (DID)
