JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menyoroti lemahnya pengawasan dan pemeliharaan armada TransJakarta usai kecelakaan bus yang menabrak ruko di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Nur Afni menilai insiden tersebut menunjukkan buruknya kontrol perusahaan, terutama terkait transparansi anggaran perawatan armada yang seharusnya dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Baca Juga : Dinilai Gagal Awasi Layanan, DPRD DKI Bongkar Penyalahgunaan Identitas Sopir TransJakarta
“Uang maintenance itu bagaimana penggunaannya? Itu kan wajib dilaporkan di RUPS,” tegas Afni, Senin (22/9/2025).
Ia juga mempertanyakan kondisi sopir yang diduga lalai hingga bus keluar jalur dan menabrak.
“Masa bisa keluar jalur nabrak? Kalau sehat, kenapa bisa begitu? Jangan-jangan ngantuk atau mabuk. Kalau alasannya bus rusak, di mana fungsi pengawasan perawatan armada?” ujarnya.
Baca Juga : Geram Maraknya Kecelakaan, Gubernur Pramono Ultimatum Transjakarta
Afni menekankan bahwa insiden ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat adanya korban luka dari warga maupun penumpang. Karena itu, ia mendukung langkah cepat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Evaluasi jangan sekadar ganti orang setiap ada insiden. Yang harus dievaluasi adalah kinerjanya,” kata politisi Demokrat itu.
Sebagai catatan, bus TransJakarta koridor 11 Pulogebang–Kampung Melayu dengan nomor polisi B-7134-PGA melaju di jalur yang salah pada pukul 05.37 WIB. Bus tersebut menabrak empat ruko serta sejumlah kendaraan di sekitar Stasiun Cakung. (DID)
