SLEMAN, BERNAS.ID – Masih banyak kesalahpahaman di masyarakat mengenai anak-anak berbakat atau gifted. Hal ini mendorong Parents Support Group for Gifted Children (PSGGC) Jogja untuk terus melakukan edukasi publik tentang pentingnya pemahaman dan dukungan yang tepat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini.
Patricia Lestari Taslim, salah satu Founder PSGGC Jogja, menegaskan bahwa istilah “gifted” masih asing di telinga masyarakat Indonesia.
“Banyak yang menyamakan anak gifted dengan autisme, padahal meskipun ada irisan, keduanya sangat berbeda,” ujarnya saat ditemui dalam acara diskusi publik yang digelar di Yogyakarta, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga : Ratusan Penyandang Disabilitas Dilatih Jadi Tenaga Profesional Lewat Program “Difabel Empowering”
Menurut Patricia, anak gifted merupakan bagian dari spektrum anak berkebutuhan khusus, namun dengan karakteristik yang unik.
“Kalau biasanya anak berkebutuhan khusus dikenali karena kekurangannya, anak gifted justru bisa terhambat oleh kelebihan yang mereka miliki,” jelasnya.
Ia mencontohkan, anak-anak gifted umumnya memiliki IQ, kreativitas, dan komitmen terhadap tugas yang jauh di atas rata-rata. Namun, keunggulan ini sering kali menimbulkan tantangan tersendiri, baik bagi anak maupun lingkungan sekitarnya.
“Di kelas, mereka bisa bertanya bertubi-tubi hingga dianggap mengganggu. Mereka juga sering punya cara berpikir sendiri yang tidak selalu sesuai dengan metode pengajaran konvensional,” tambahnya.
PSGGC Jogja sendiri berawal dari komunitas orang tua di Yogyakarta yang memiliki anak-anak gifted. Seiring waktu, komunitas ini berkembang hingga memiliki anggota dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri seperti Thailand dan Dubai. Kini, PSGGC telah memiliki cabang di Solo dan Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar PSGGC Jogja kali ini merupakan respons terhadap maraknya perbincangan di media sosial mengenai isu gifted yang kerap disalahpahami.
“Ketika Jogjow mengajak kami untuk berbagi di panggung ini, kami melihatnya sebagai kesempatan untuk meluruskan persepsi dan menyosialisasikan informasi yang benar langsung dari sumbernya,” ujar Patricia.
Baca Juga : Wawali Kota Yogyakarta: PKBM Reksonegaran Jadi Simbol Revolusi Pendidikan Masa Kini
Melalui kegiatan ini, PSGGC berharap dapat menjembatani pemahaman antara orang tua, guru, terapis, psikolog, dan para pengambil kebijakan.
“Kami ingin semua pihak bisa bergandengan tangan demi masa depan anak-anak gifted Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Selain diskusi langsung, PSGGC juga menggelar siaran langsung melalui Instagram agar pesan ini dapat menjangkau masyarakat luas di seluruh Indonesia. (cdr)
