YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Tawa, seorang anak perempuan yang ingin menjadi komika terkenal demi ingin membalas dendam pada ayahnya, seorang pelawak TV senior terkenal yang meninggalkan dia dan ibunya sejak kecil, dengan cara menjadikan aib-aib sang ayah sebagai materi stand up comedy-nya.
Namun, semakin dalam ia menggali aib sang ayah, ia justru semakin mengenal dan membuka pintu rekonsiliasi keluarga dan mulai mencintai ayahnya yang awalnya ia benci.
Begitulah sinopsis film “Suka Duka Tawa”, sebuah film panjang pertama karya sutradara muda Aco Tenriyagelli yang ber-genre drama komedi keluarga. Aco adalah seorang sutradara dan penulis yang menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta dengan jurusan penyutradaraan.
“Film harus membawa harapan, harapannya yang nonton [film saya] berbahagia dan penuh tawa,” ujar Aco sebelum pemutaran film dalam ajang JAFF di XXI Empire Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025).
Lewat film dengan latar belakang dunia stand up comedy ini, ia ingin bercerita tentang relasi orang tua dan anak. Bagaimana anak sekarang seringkali canggung dengan orang tuanya.
“Kita rasa bakal relevan ke banyak orang,” ujar dia.
Baca juga: Sukses di Film “Pangku”, Akting Claresta Taufan Bakal Bisa Disaksikan di Film Laga “Bandit”
Rachel Amanda selaku pemeran karakter Tawa di film ini mengatakan, diajak terlibat di film ini, dirinya semakin tahu bahwa materi-materi lucu di dunia stand up comedy seringkali aslinya sangat tragis. Bagaimana mengolah duka menjadi lelucon, inilah yang ingin dicoba diangkat oleh film ini.
“Sebelum syuting, Aco pernah menjebloskan aku untuk open mic [stand up comedy],” ujarnya.
Itu dilakukan untuk mendalami peran Tawa sebagai komika. Ia mengaku gemetaran saat menunggu giliran tampil open mic. Meskipun ia seorang aktor, tekanan adegan open mic membuatnya stres.
Sementara itu, Marissa Anita, pemeran Ibu Cantik mengatakan karakter yang diperankannya ini memiliki kedalaman emosi. Yakni sebagai ibu yang ditinggal suami dan harus mendidik anak perempuannya, Tawa, agar mandiri.
“Meskipun kadang melampiaskan kekesalannya,” kata dia.
“Suka Duka Tawa” menjadi penutup yang menyegarkan di JAFF 2025, sebuah film yang menawarkan tawa sekaligus refleksi mendalam tentang ikatan keluarga. (den)
