YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) secara resmi melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana bertajuk “UMY Rescue 2025: Kepedulian Tanpa Batas untuk Sumatera dalam Masa Bencana.” Program ini merupakan inisiatif kemanusiaan UMY dalam merespons bencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Pelaksanaan program strategis ini didukung oleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendikSaintek) Republik/Indonesia melalui skema hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat, yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Dukungan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam upaya penanganan bencana dan pemulihan kesehatan masyarakat secara cepat, terstruktur, dan berkelanjutan.
Selain mendapatkan dana dari Kemendiktisaintek, kegiatan ini juga didukung oleh donasi dosen FKIK, FKG dan alumni FKIK UMY.
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Dr. dr. Sagiran, Sp.B (K) KL, M.Kes., FICS, dan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri atas dosen, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan di wilayah Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh, yang merupakan salah satu daerah dengan dampak bencana.
Bencana banjir yang dipicu oleh curah hujan ekstrem telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya layanan kesehatan dasar, serta meningkatnya risiko penyakit menular, gangguan kesehatan ibu dan anak, penyakit kronis, hingga permasalahan kesehatan mental dan psikososial. Menyikapi kondisi tersebut, UMY Rescue 2025 dirancang sebagai respons kemanusiaan yang komprehensif melalui pendekatan pelayanan kesehatan terpadu dan berbasis kebutuhan lapangan.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. dr. Sagiran, Sp.B (K) KL, M.Kes., FICS, menyampaikan UMY Rescue 2025 tidak hanya berfokus pada penanganan medis darurat, tetapi juga diarahkan pada pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. “Program ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta pendampingan psikososial, termasuk trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, tim mendistribusikan obat-obatan esensial, peralatan bedah minor, peralatan pemeriksaan kesehatan dasar dan gigi, serta melakukan instalasi teknologi penyediaan air bersih melalui penggunaan water purifier berkapasitas tinggi. Intervensi ini bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit berbasis air dan lingkungan yang meningkat pascabanjir.
Selain intervensi medis, program ini menitikberatkan pada aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kader kesehatan lokal memperoleh pelatihan terkait deteksi dini penyakit pascabencana, pemanfaatan teknologi air bersih, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta edukasi kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan kesehatan komunitas sekaligus menjamin keberlanjutan manfaat program.
UMY Rescue 2025 juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan kesehatan mental melalui layanan Psychological First Aid, konseling individu, serta penyediaan Child Friendly Space yang dilengkapi dengan aktivitas play therapy dan art therapy. Dukungan psikososial ini menjadi bagian penting dalam membantu penyintas, terutama anak-anak, untuk memulihkan rasa aman dan meminimalkan dampak trauma jangka panjang.
Pelaksanaan program dilakukan secara terkoordinasi dengan Puskesmas Langsa Lama, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan setempat. Puskesmas berperan sebagai pusat penerimaan teknologi, distribusi bantuan, serta rujukan layanan kesehatan, sehingga seluruh intervensi dapat berjalan tepat sasaran dan terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan daerah.
Melalui pelaksanaan UMY Rescue 2025, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, keilmuan, dan kebermanfaatan sosial. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi UMY dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam sistem respons kebencanaan nasional. (*)
